Never Gett'in

Never Gett'in

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 23, 2019
Kemarau-hujan datang dan pergi. Untuk kesekian kalinya aku menatap kembali jalanan ini. Dia sudah sangat tidak asing, seperti halnya perasaan ini. Sebuah perasaan kehilangan yang bahkan aku sendiri tidak yakin tentang apa yang sebenarnya telah hilang. Jalanan ini, dia tidak terlalu ramah untuk hati yang gundah. Banyak hal yang dipertaruhkan dalam perjalanannya. Termasuk diantaranya mempertaruhkan kebersamaan denganmu. Di sisi lain lamunanku, aku ingat kau selalu memimpikan untuk bisa pergi ke tempat yang hendak kutuju. Aku diam. Mengharap, barangkali suatu nanti kita akan bertemu di kota kembang itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Promise You But Not
  • mak!!!! aku mau kaweeenn!!!
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Be My Love ✅
  • Kisah Kita Dan Hujan
  • Always Loving You
  • Grisella Laurensa
  • PROMISE (NARUHINA)
  • Langit Tak Bertemu Bumi

Tidak ada yang tak mungkin untuk kita bertemu. Ya, bertemu untuk menentukan siapa yang akan kupilih sejak kau meninggalkanku hanya karena kau merasa mengkhianati sahabat sendiri. Bahkan cemburu dengan sahabat baruku. Sungguh naïf sekali dirimu itu. Melangkahkan kaki di tempat yang sama. Tersenyum tanpa alasan saat melihatku. Dibalik topi ada wajah penyesalan? Aku rasa tidak sama sekali. Bahkan raut sedih pun tidak ada, senyum itu tidaklah tulus sebagai rasa persahabatan yang indah. Sungguh mudah untuk melukai, tetapi sangatlah sulit mengembalikan kepercayaannya kembali. Sebuah ruang menjadi saksi bisu, buku antalogi menjadi saksi bersalah atas semua ucapan kotormu mengenai diriku. Maaf, aku memang berjanji, tetapi tidak padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines