Abrega

Abrega

  • WpView
    Reads 332,511
  • WpVote
    Votes 36,282
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 16, 2020
"Aneera," panggil Abrega. "Hmm?" sahut Aneera seraya menatap Abrega. "Tujuan hidup lo apa?" Aneera memicingkan matanya. "Kenapa emang tanya tanya tujuan hidup gue?" "Karena sayang." "Apasih?" "Ya lagian, ya karena mau tau dong, pake nanya" Aneera menghembuskan nafas. "Tujuan hidup gue itu, bikin diri gue sendiri bahagia, dan orang-orang yang disekitar gue juga bahagia." Abrega tanpa sadar tersenyum tipis. "Gue boleh minta tujuan hidup lo nggak?" "Maksudnya?" Abrega menatap kedalam mata Aneera. "Iyaa, soalnya gue mau bikin lo bahagia." Aneera terdiam beberapa detik, terkunci oleh kata-kata dan juga tatapan mata dari Abrega. "Kenapa mau bikin gue bahagia? kenapa nggak bikin diri lo sendiri aja yang bahagia?" Abrega yang mendengar itu tersenyum sangat tulus dari hatinya yang paling dalam. "Kan kalo lo bahagia, gue juga bahagia."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Jodohku
  • CLOSER
  • Arsyilazka
  • REVANO UNTUK REVA
  • Alisa's Story
  • My Bad Boy Friend
  • Because I'm Stupid (End)
  • Angel(o)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines