Vasha [Love Story]

Vasha [Love Story]

  • WpView
    Reads 624
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Van!" Panggil Pasha di sela langkahnya. "Hmmm?" "Kita jadian aja gimana?" "What?!" Refleks, Vani menghentikan langkahnya, diikuti Pasha. "Lo... 100% udah baper sama gue?" "What?" Gantian, kini Pasha yang dibuat shock. Namun detik berikutnya cowok itu mengerti kenapa Vani menduga seperti itu. "Semudah itu kah?" Tanya Pasha dengan senyum miringnya. "Lo lupa? Lo ngambil taruhan sama gue. Bukan sama Ardi." "Jadi? Hubungannya?" _________ Cerita ini mengisahkan kisah cinta seorang gadis yang gagal move on dengan mantannya. Dia rela melakukan hal yang tidak jelas agar bisa move on dari cowok itu. Hal apa yang dilakukannya? Baca aja cerita selengkapnya... VASHA [Love Story] @nrasyf07 2020 Cover by @zhfr04
All Rights Reserved
#31
remajafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • LEARA
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Cinta Alazka di Paskibra
  • AVSL [END]
  • LAURA
  • Cinta Selamanya [E N D]
  • My Cold Prince (END)
  • AXELLE [END]
  • Letha

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines