Always beside me?[ TAMAT ]⛄

Always beside me?[ TAMAT ]⛄

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 20, 2019
WpInfo
Fiction
Mystery
Save People! Warning! The people in danger! This AIDS! Wajah para penduduk di kota jakarta, Indonesia. Merasa ketakutan dikelilingi oleh penyakit AIDS yang berwadah mematikan. Setiap manusia mempunyai penyakit tersebut, pasti akan dibuang dan di bawa ke tempat RS. Tamata. Gadis berusia 15 tahun bernama Adhitama Raenaga Pratama memiliki penyakit AIDS turunan dari keluarga ibunya. Mereka tinggal dengan damai walau kedamaian itu hancur seketika. Karena, Raenaga adalah seorang penulis dan komikus para fans nya pernah berkata "Apakah kamu memiliki derita AIDS?" wajah ketakutan terliput dalam hati Raenaga. Tidak semudah itu, Raenaga berbohong. Sewaktu itu keluarga Ibu Raenaga pernah berbujuk ke pemerintah untuk mencari pengobatan khusus untuk penyakit AIDS. Tetapi, pemerintah malah memilih diam melihat para rakyatnya tersiksa. Itu benar benar kejam. Raenaga adalah gadis yang kuat untuk melawan penyakit AIDS dan mencari penyembuhan khusus untuk penyakit AIDS. Karena berhubung Raenaga bercita cita menjadi Dokter, ia selalu mencari obat penangkal AIDS. Save Raenaga! Save people in AIDS! You can, Raenaga! Keep Strong girl!
All Rights Reserved
#11
aids
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Diam | Hiatus
  • Rasa Dalam Sujudku
  • UNFORGIVEN [END]
  • I'm not Raya [√]
  • About This Life. (NEW)
  • Riana... I Love You (Completed✔)
  • SHE'S DEVIL || ENDING
  • TENTARAKU ( Slow Update)

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines