My Secretary

My Secretary

  • WpView
    Reads 199
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 26, 2021
aku yang disibukan dengan pagi ku kali ini, karena pagi ini beda, aku akan melaksanakan wawancara karena aku dapat telfon di perusahaan Xander Company bahwa aku harus ke perusahaan sekarang pagi. namun saat sedang dalam perjalanan, mobilku mogok, entah aku sial apa memang mobil ku tak mengizinkan aku bekerja di perusahaan itu. "bukankah tidak ada lampu merah, kenapa kau berhenti!" sentaknya. "mobilku mogok kau tidak lihat, bodoh sekali" "kau lebih bodoh, jika kau tau mobilmu mogok, kenapa tidak langsung memanggil tukang untuk menggeret mobilmu!!" belum sempat aku menjawab ia sudah dulu melanjutkan bicara nya, sungguh laki laki ini jauh dari kata hangat, ia melebihi dinginnya kutub. "dan kau membuat kekacauan di pagi hari!!" pria itu segera naik ke mobilnya kembali dan langsung melajukan mobilnya dengan cepat. Aku baru melihat pria bermulut pedas seperti dia, pagiku badmood kali ini, hanya dengan ucapan pria gila tadi. Lalu bagaimana dengan wawancaraku...
All Rights Reserved
#187
cinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • Ketika Benci Menjadi Cinta
  • My Boss my husband
  • Without Love?
  • NARENDRA, SPOILED HUSBAND (END)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • [END] Hamil Dengan Jenderal Perang Gila Yang Menyebrang.
  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • My Lovely, My Swear, My Neighbour

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines