RESAH
  • WpView
    Leituras 77
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, dez 20, 2019
Hidup berdampingan dengan 'mereka' sudah tidak bisa di tampik lagi, dan memang benar, mereka ada, dan kita diawasi; salah satunya, Aku. Sedari kecil hingga saat ini, dimana waktu ku untuk berproses menjadi dewasa, tak luput dari dunia lain. Yang pada akhirnya aku tau, beberapa dari 'mereka' menginginkan jiwa, dan membuatku 'RESAH'. disclaimer : Cerita ini dibuat atas kemauan dan pengalaman-pengalaman konyol sedari kecil hingga saat ini. Ditulis saat sedang mengalami,bahkan dititik puncaknya, dengan tujuan untuk mengabadikan, menceritakan, kepada mereka, yang juga merasakan, ataupun ingin tau rasanya siapa-apa-dan bagaimana tentang hidup berdampingan dengan 'mereka'. Jika ingin menghujat, silahkan. Komentar terbuka luas untuk para pembaca. Semoga kalian merasa terhibur dan bisa membuka fikiran kalian sedikit, bahwa 'kami' atau 'dia' yang memiliki kemampuan 'ini' , sangat sangatlah terganggu dan merasa lelah. Jadi, tolong. Bedakan, mana anugerah Tuhan, mana yang pantas disebut 'kesetanan' atau 'ketempelan' hahaha. Happy reading!✨
Todos os Direitos Reservados
#683
indigo
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Indigo Crystal 1
  • THE POWER OF MY EYES [BOYSTORY]
  • senja di matamu
  • Full Of Scratches
  • Angel To Raya (END)
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Merried in Another Life (END)
  • Figuran: Change Destiny of The Antagonist (tersedia pdf)
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • My Horror •Irror•

Sejak kecil, aku tidak tau kalau mataku akan terus setajam ini. Awalnya aku tidak percaya "mereka", bahkan aku tidak takut ketika melihat "mereka" di usiaku yang masih kecil. . Kupikir, apa yg kulihat adalah kesalahan pada mataku. Sampai pada akhirnya, seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya usia, ketajaman mata ini semakin bertambah. Aku menyadarinya, tapi tetap tidak mau mengakuinya. . Kukira, di usia 17th ketajaman mata ini akan hilang begitu saja. Ternyata aku salah, hingga saat ini umurku sudah dewasa, ketajaman mata batin ini semakin menajam. Kadang ini melelahkan, tapi sekarang aku tidak mau diam saja dan mengabaikan kemampuan ini. Jika memang ini berguna untuk membantu orang lain dalam mengingatkan kepada-Nya, Ikhlaskan. Tapi jika ini merugikan dan tidak ada manfaatnya, maka hilangkan. . Tapi, ini seperti sudah permanen. Hari-hariku dipakai untuk mengupas apa hikmah dari yang kulihat ini. Di setiap interaksi, di setiap tanda-tandaNya yang diperlihatkan, aku haruslah berpegang teguh pada pedoman-Nya. Pasti dibalik apa yg kulihat dan orang lain tidak lihat, ada banyak hikmah dan pelajaran di dalamnya. . Jika terdapat kebaikan dari apa yang kau lihat, maka sampaikanlah (walau 1 ayat). Tapi, bijaklah dalam menyampaikan sesuatu yang tidak semua orang memahaminya :)

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo