RESAH
  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 20, 2019
Hidup berdampingan dengan 'mereka' sudah tidak bisa di tampik lagi, dan memang benar, mereka ada, dan kita diawasi; salah satunya, Aku. Sedari kecil hingga saat ini, dimana waktu ku untuk berproses menjadi dewasa, tak luput dari dunia lain. Yang pada akhirnya aku tau, beberapa dari 'mereka' menginginkan jiwa, dan membuatku 'RESAH'. disclaimer : Cerita ini dibuat atas kemauan dan pengalaman-pengalaman konyol sedari kecil hingga saat ini. Ditulis saat sedang mengalami,bahkan dititik puncaknya, dengan tujuan untuk mengabadikan, menceritakan, kepada mereka, yang juga merasakan, ataupun ingin tau rasanya siapa-apa-dan bagaimana tentang hidup berdampingan dengan 'mereka'. Jika ingin menghujat, silahkan. Komentar terbuka luas untuk para pembaca. Semoga kalian merasa terhibur dan bisa membuka fikiran kalian sedikit, bahwa 'kami' atau 'dia' yang memiliki kemampuan 'ini' , sangat sangatlah terganggu dan merasa lelah. Jadi, tolong. Bedakan, mana anugerah Tuhan, mana yang pantas disebut 'kesetanan' atau 'ketempelan' hahaha. Happy reading!✨
All Rights Reserved
#76
resah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penguasa Alam Ghaib
  • CATATAN HARIANKU
  • Figuran: Change Destiny of The Antagonist (tersedia pdf)
  • Anak DESA ✔
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • Angel To Raya (END)
  • (NOT) REVENGE  (Tamat)
  • With You 나는 행복하다
  • THE POWER OF MY EYES [BOYSTORY]
  • Full Of Scratches

Kami ingin minta kejelasan." kata dukun itu ngotot. "Kejelasan yang bagaimana?" tanyaku "Ya kejelasan apa penyebab anak ini meninggal." "Bukannya bapak ini kemarin sudah jelas?" kataku menunjuk kepada ayah anak itu. "Iya kan pak?" "Iya..." jawab pak Jo. "Tapi sekarang saya ingin lebih jelas lagi." "Bapak ini bagaimana to... kemarin sudah ku hadapkan pada dukunnya, bapak ku suruh bertanya sejelasnya lalu bapak tak mau bertanya mendetail, kemarin kan bapak sudah bicara panjang lebar dengan ruh dukunnya, sampai dukunnya juga minta maaf bapak juga sudah memaafkan, kok sekarang berubah?" "Maaf saya menyela.." kata dukun, "Saya masih tak percaya... dengan apa yang pak kyai lakukan, bisa saja itu hanya rekayasa." "Rekayasa bagaimana?" "Coba pak kyai buktikan lagi, jika itu bukan rekayasa." "Baik... aku akan ambil ruh anak bapak yang sudah meninggal, akan ku masukkan ke orang, nanti bapak tanya sendiri, kalau ndak percaya, nanti mas yang suka usil ini jangan salahkan kalau ku cabut ruhnya, ku lempar ke neraka..., atau ku pindah ke hewan." kataku yang segera minta ijin ke malaikat Isrofil untuk didatangkan ruh anak kecil yang kemarin meninggal. Namanya juga mimpi, ya aneh aneh saja. Satu menit berlalu. Dan ruhnya anak kecil yang meninggal sudah ada di dalam tubuh mediator. "Huuuu huuu.." dia menangis... . . . .PENASARAN...? .ikuti terus jalan ceritanyaa....!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines