My Last One Year

My Last One Year

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 2, 2020
Aku Eliza, umurku 16 tahun...sebagai anak tunggal aku memperoleh banyak kasih sayang dari keluarga dan temanku. Hingga suatu saat, terjadi perpecahan di keluargaku. Papa meninggalkan mama.....Disinilah kisah kelamku dimulai...bagai menjalankan hari-hari di neraka. Aku dijadikan pelampiasan amarah mama terhadap papa...kerap ku dapatkan pukulan keras darinya....selain itu perlahan diriku berubah...aku mulai menutup diriku dari teman-teman, aku mulai merasa banyak sorotan mata tajam yang sering memperhatikan gerak gerik ku. Sampai ku berpikir apa aku mulai gila? Tidak sampai disitu saja....aku mulai mendengar suara-suara memanggil namaku. Dan hingga datang saatnya aku mulai bisa melihat "mereka" yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Aku Eliza, akan menceritakan 1 tahun terakhirku, hingga datangnya senja terakhir dalam hidupku dan sampai disaatnya...aku menjadi bagian dari...."mereka"
All Rights Reserved
#133
ghost
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memorable
  • A R S E A N A
  • Antara aku dan dunia
  • Become Baby Boy✓
  • Hai, Kak! (END)
  • New Possessive Family
  • Merindukan senja
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • Rumah Ternyamanku (Selesai)
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines