Whispering Pluvia

Whispering Pluvia

  • WpView
    Membaca 1,355
  • WpVote
    Vote 74
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jun 9, 2025
Eliza selalu merasa hujan membawa luka dan ketakutan. Namun saat bersama Virdo, yang dengan sabar mengajarinya arti harapan melalui dandelion, Eliza perlahan belajar untuk melepaskan trauma itu. "Kalau hujan selalu ingatin lo luka yang gak pernah sembuh, lo harus tau harapan itu selalu ada, seperti dandelion. Lo tiup, lalu terbang. Harapan bisa tumbuh di mana aja." "Tapi... bukannya dandelion gabisa terbang kalau hujan turun ya, Vir?" Namun pada kenyataannya, menyembuhkan luka bukanlah perjalanan yang mudah. Di antara suara hujan dan bisikan angin, mereka menjalin persahabatan yang menguatkan. Tapi bisakah Eliza dan Virdo mempertahankan persahabatannya dan melewati rintangan yang ada dengan selalu berjalan bersama? @Naftaeliza_ 👀♡
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
dramapersahabatan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Paradise
  • Breathe
  • AlReGa [END]√
  • Juan [REVISI]
  • 𝐁𝐫𝐨𝐤𝐞𝐧 𝐇𝐨𝐦𝐞? {𝐄𝐍𝐃}
  • 2 AYDEN ✓
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Not Your Fault [SELESAI]
  • DENNIES
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan