Whispering Pluvia

Whispering Pluvia

  • WpView
    Reads 1,370
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Eliza selalu merasa hujan membawa luka dan ketakutan. Namun saat bersama Virdo, yang dengan sabar mengajarinya arti harapan melalui dandelion, Eliza perlahan belajar untuk melepaskan trauma itu. "Kalau hujan selalu ingatin lo luka yang gak pernah sembuh, lo harus tau harapan itu selalu ada, seperti dandelion. Lo tiup, lalu terbang. Harapan bisa tumbuh di mana aja." "Tapi... bukannya dandelion gabisa terbang kalau hujan turun ya, Vir?" Namun pada kenyataannya, menyembuhkan luka bukanlah perjalanan yang mudah. Di antara suara hujan dan bisikan angin, mereka menjalin persahabatan yang menguatkan. Tapi bisakah Eliza dan Virdo mempertahankan persahabatannya dan melewati rintangan yang ada dengan selalu berjalan bersama? @Naftaeliza_ 👀♡
All Rights Reserved
#21
healingjourney
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Kita Sembuh Bareng?
  • AlReGa [END]√
  • Paradise
  • Breathe
  • Hujan Bulan Juli
  • 2 AYDEN ✓
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Not Your Fault [SELESAI]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines