Ning Tengil

Ning Tengil

  • WpView
    Reads 2,462
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2020
Ning, panggilan yang biasanya disematkan pada sosok putri Kiai, rata-rata memiliki pembawaan yang tenang, dan kalem. Meski mungkin tidak semuanya, tapi hampir 90% yang diamati Kang Bimo memang demikian. Menurut hasil pengamatan Kang Bimo-abdi ndalem pesantren yang menjadi salah satu pasukan khusus Ning Tengil-pendidikan aqidah dan akhlak zuriyah pesantren ditempa sejak sebelum kelahirannya direncanakan. Oleh karenanya, dalam benak pria berambut gondrong itu sering timbul pertanyaan, kenapa Ning-nya berbeda? Jika persentase jumlah golongan "Ning yang normal" seluruhnya ada 90%, maka Ning Tengil masuk dalam golongan 10% pengecualiannya. Bahkan, putri Kiai yang memiliki tabiat seperti Ning Tengil mungkin hanya ada Nol Koma Sekian Persen, alias langka. Pernahkah terbayang oleh kalian tentang sosok Ning Tengil ini? Apa saja ide antik yang sering membuat keluarganya kelimpungan dan kewalahan? Bagaimana bisa abdi ndalem berwajah garang seperti Kang Bimo kerap menekuri ubin bagai pendosa kepayahan?
All Rights Reserved
#634
pesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOKANANTA (TERBIT)
  • Mubayyin [On Going]
  • Kang Amar Cinta Sang Abdi Ndalem (Tamat)
  • AL-MAHBUBAH
  • Zenith
  • Bumi Santri🍁(TERBIT)
  • Dilamar Gus Ganteng (END)
  • Antarasa
  • Jodoh Pilihan Abi

(CERITA SUDAH DI BUKUKAN DAN PRAT MASIH LENGKAP) UNTUK PEMBELIAN CEK DI INSTAGRAM: @Laila21070 Ini kisah LOKANANTA Ning yang lahirnya tidak diharapkan orangtuanya sendiri, diasingkan dari pesantren abinya. Pergaulan bebas dan sifat yang bertolak belakang dengan pangkat Ning yang tersemat dalam panggilannya. Sifatnya yang keras kepala, cerewet, nakal, banyak tingkah dan pecicilan. Hingga kematian nenek dan kakeknya mengharuskan ia pindah ke pesantren dan takdir mempertemukan dia dengan Gus yang sangat Lokananta benci, hampir setiap hari mereka cekcok perkara Lokananta yang melanggar dan tidak mau di tindak hukum. Perjodohan konyol menurut Lokananta menyatukan Mereka yang sama-sama tak tidak memiliki rasa, rumah tangga tanpa adanya cinta. Seorang Gus tentu menginginkan istri Sholehah, pintar agama dan sopan, dan gadis nakal juga tak pernah membayangkan menikah dengan pria Alim, agamis, dan dingin. Yang berbanding terbalik dengannya. ........ "Saya tidak akan mencintai kamu Ning!" "Gue benci Lo Gusem, Gus asem!" ....... Akankah pernikahan tanpa cinta dari keduanya maupun salah satunya itu akan berjalan hingga jannahnya? atau akan kandas dipertengahan? 160724 #1 in Rokok

More details
WpActionLinkContent Guidelines