SEVEN

SEVEN

  • WpView
    LECTURAS 38,892
  • WpVote
    Votos 4,008
  • WpPart
    Partes 117
WpMetadataReadConcluida sáb, feb 13, 2021
~Kisah kami terlalu menyakitkan, haruskan kami menceritakannya kepadamu?~ Ya, kami hanya bertujuh. Hidup sebagai saudara. Nenek telah menyatukan kami sebagai keluarga. Setelah nenek pergi, kami harus menghadapi semua masalah bersama-sama. Akan kah kami bisa? Ataukah kami berakhir menyakitkan seperti sebelum kami datang kemari? Akan banyak kisah yang mungkin kau sudah mengetahuinya, tapi juga banyak kisah lain yang kami tutup rapat-rapat. -Seven- Note :hampir semua foto bersumber dari googls, LYhighlight reel dan inu MV, tapi cerita hanya karangan fiksi. Jangan bapereu :)
Todos los derechos reservados
#545
hope
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Hear Our Heart! ✅
  • FRIENDS (End) (Revisi)
  • ONE
  • FF BTS || alwaysFine
  • ✔ MOONCHILD | Park Jimin
  • LATE.. [END]
  • King of Demigod : Into The New World
  • I Miss You All

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido