DO NOT CRY, ECHA

DO NOT CRY, ECHA

  • WpView
    Reads 756
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Ya ampun, Cha. Udah segede gini belom pernah ciuman?" Echa menatap malas ke arah Endo. "Gimana kalo gue aja yang kasih first kiss buat lo?" Tiba-tiba Echa memegang kening laki-laki yang duduk di hadapannya itu. Sementara Endo mengernyit bingung. "Lagi nggak waras ya?" tanya Echa. "Pacar juga bukan, mau maen sosor aja." "Apa ini kode, Cha?" "Kode?" ulang Echa. "Iya. Kode kalo sebenernya lo mau gue jadi pacar lo." "Dasar Kak Endo sableng!" maki Echa kemudian lagi-lagi kembali menyesap minumannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPINCUT BRONDONG
  • Commuter Line
  • Kampus [END]
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI
  • Soulmate (SEBAGIAN PART DI HAPUS KARENA SUDAH TERBIT)
  • Satu Atap, Satu Kampus
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)
  • Three Lessons From My Annoying Friend
  • I LOVE SEBLAK
  • Mendadak Ipar

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines