THE KINGDOM OF CATS

THE KINGDOM OF CATS

  • WpView
    Reads 896
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 28, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Cahaya rembulan bersinar terang di malam hari diikuti turunnya butiran salju yang menutup permukaan tanah dan angin malam yang dingin. Seorang gadis dengan rambut coklat yang terurai dengan iris mata oranye tengah terbaring kaku di atas tumpukan salju sembari berusaha membuka matanya memanggil pertolongan. "Tolong ... Tolong aku," ucap gadis itu lemah. Dia tak cukup kuat untuk menahan dinginnya angin malam yang menembus permukaan kulitnya untuk lebih lama lagi. Yang dia butuhkan hanyalah pertolongan. Tap Tap ~ Gadis itu mencoba membuka matanya saat merasa ada seseorang yang tengah mendekatinya. Sekilas dia melihat kaki yang berbulu dan berwarna putih-lebih tepatnya bukan seseorang melainkan makhluk lain. "Apakah kau ... Ingin hidup?" tanyanya. "Aku-aku tidak mau mati ..." jawab gadis itu lemah. Sekarang jelas di depannya bukanlah manusia melainkan seekor kucing dengan bulu halus putihnya tanpa ada kotoran pun yang menempel-berbicara pada gadis itu. "Aku bisa memberimu sebuah nyawa. Tapi ..." kucing itu menghentikan kalimatnya dan menatap gadis itu tajam dengan iris mata sebelah kanannya yang berwarna biru dan kiri berwarna hijau. "Tapi, apa kau siap menerima konsekuensinya?" Sejak malam itu saat dia-kucing itu-mendekatkan kepalanya padaku dan muncul cahaya berwarna biru, hidupku mulai berubah. Maksudku ... Benar - benar berubah.
All Rights Reserved
#800
kingdom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • I'm More Than Just A Princess
  • Unbroken Flower
  • Baskara Negeri Mimpi
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • I Was The Evil Witch

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines