We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ray : shape of world - [ Promised Neverland. ]

Ray : shape of world - [ Promised Neverland. ]

  • WpView
    Reads 17,037
  • WpVote
    Votes 2,123
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Ray.. menurut mu, seperti apa dunia ?" "entahlah" "apa yang paling kau inginkan di dunia ini ?" "tak ada." gadis itu terdiam, kembali duduk di kursinya, sepertinya ia terlalu banyak bicara dengan Ray tiap kali di perpustakaan. sambil memainkan tepi rambut pirang nya, ia pun kembali membuka lembaran buku tua yang beberapa kali dibaca nya. 'shape of world' begitu judulnya, mata birunya seketika berbinar tiap kali membacanya, seakan ia menemukan banyak hal baru di setiap katanya. Ray hanya melirik, menatap gadis yang masih asyik membaca buku Dengan sampul coklat dari kertas tua itu.
All Rights Reserved
#24
norman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • "Transfer Student wa Kodoku ja Nai"
  • Amsterdam Girl
  • How To Fall in Love - NoHyuck -
  • Rajawali || Huang Renjun [SELESAI✓]
  • Diary  &  Cinta  Rahasia
  • IM SO GLAD YOU LOVE ME [END]

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines