"Aku bukan mencari takdir, hanya mencari pelabuhan yang tidak akan meninggalkanku lagi." Semenjak kedua orang tuanya tiada, Lembayung Kirana (20 tahun) harus berjuang keras menafkahi dirinya sendiri sambil menyelesaikan kuliah. Semua berubah saat Kirana mengunjungi rumah sahabatnya, Jelita Laras Shanty. Di sana, ia bertemu dengan Bentala Ghaffar Biantara (27 tahun), kakak Laras-seorang arsitek muda yang kaku, dingin, dan nyaris sempurna. Pertemuan tak terduga itu justru menjadi awal dari tarik ulur perasaan yang rumit. Kirana melihat kelembutan di balik tatapan tajam sosok Bentala. Sementara Bentala, si pria yang selalu mengendalikan segalanya, mendapati hatinya mulai terusik oleh kesederhanaan dan ketegaran Kirana. Bentala terlalu gengsi untuk mengakui perasaannya. Ia mencoba menjauh, bersikap sinis, bahkan meremehkan. Namun, semakin ia menolak, semakin ia ingin melindungi Kirana, gadis yatim piatu yang selalu tampak tegar meski membawa beban dunia di pundaknya. Akankah Kirana, yang terbiasa hidup sendiri, berani berlabuh di hati Bentala yang penuh keangkuhan? Atau, apakah Bentala akan membiarkan egonya merenggut satu-satunya cahaya yang mampu menghangatkan hatinya yang beku?
More details