Haikal & Hana

Haikal & Hana

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 19, 2020
"Maaf,mungkin ini yang terbaik untuk kita. Cerita kita nggak bisa dipaksain lagi" kata seorang laki laki dengan wajah lesu "Aku tahu kok, kamu udah bosen sama aku yang biasa biasa aja kayak gini. Aku minta maaf belum bisa jadi wanita yang kamu inginkan, aku pamit" jawab serang perempuan dengan wajah tak kalah lesunya pergi dengan mata berkaca kaca menahan air mata untuk tidak menghambur keluar. * "(Hiks hiks) nggak nyangka mereka akan pisah padahal mereka udah cocok banget" kata Hana sambil menangis "Ih jadi cewek cengeng banget, najis!" jawab haikal "Eh ubun ubun badak, itu cerita sedih banget. Elu nggak ngerasain? Coba lu bayangin jadi cowoknya" "Terus ceweknya siapa" "Anggep aja gua" "Idih amit amit, jangan elu lah ceweknya" "Yaudah pilih sendiri"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Reyhan dan Arsya [Completed]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • THE CLIMB [Completed]
  • ARTAN
  • Berhenti untuk Pergi (ON GOING)
  • No Longer Mate
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • ARKAN |END| Belum Revisi

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines