Aku Ingin Terbiasa Tanpamu

Aku Ingin Terbiasa Tanpamu

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 13, 2020
Dia Sinona penikmat kopi hitam.perantara perasaannya... hidup dengan takdir yang tak pernah ia inginkan sama sekali, pernah mencintai dan kehilangan seseorang membuat dirinya tak ingin melanjutkan takdirnya sendiri.. Hingga suatu ketika ia menikah yang menjadi harapan satu-satunya untuknya bahagia malah justru membuat dirinya menggali lobang kehancuran dirinya sendiri lebih dalam lagi.. Akan kah hidupnya berakhir bahagia? Atau.. Terhenti begitu saja??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IF YOU
  • REMINISCE [Sehun x Sejeong] SUDAH TERBIT!
  • Addicted | Warn NC 18+ |
  • TACHIBANA TWIN'S?! (Wind breaker x reader)
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Jodoh Pilihan Allah [END]
  • KATAOMOI [TERBIT]
  • Cinta Ajari Aku Mencintai-Nya
  • my arranged fiancé is a ceo.
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines