Life In The Bording School

Life In The Bording School

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 24, 2019
Langit yang menjulang lebar dihadapan indra penglihatan. Terlihat sangat menyilaukan diselimuti awan putih dan pancaran sinar matahari yang panas membuat hawa semakin panas di kota Tasik. Kabupaten Tasikmalaya adalah salah satu kabupaten dari provinsi Jawa Barat. Kabupaten yang berbatasan dengan kabupaten Majalengka dan kota Tasikmalaya diutara, samudra hindia di selatan, kabupaten Pangandaran dan Ciamis di timur dan Kabupaten Garut di barat. Tasikmalaya yg terkenal dengan julukan "beieren vanjava mutiara dari priangan timur" dan semboyan "Sukapura ngadaun ngora". Selain itu Tasikmalaya juga merupakan mayoritas agama terbesar di jawa barat karna hampir 800 pesantren berdiri disana. Ramadhan tiba hampir semua umat islam menyambut bulan suci itu. Pada agenda tahunan hampir seluruh siswa/siswi yang belajar disekolah pindah ke pesantren karna sering diadakannya pesantren kilat. Yaitu sekolah berpindah selama 2 minggu menjadi kegiatan mengaji d pesantren. Akupun sebagai siswi dari SDN 2 SUKAMAJU waktu itu aku juga ikut menyantri di sebuah pesantren terdekatku yaitu pesantren Al-Ikhlas. Selama dua minggu itu aku melakukan aktivitas ku sebagai seorang santri d pesantren itu. Datarrandu nama kampung kecil tempat aku menyantri sekaligus tempat dimana aku dilahirkan oleh ibuku. Dengan menggenggam selembar uang lima ribu aku berjalan menuju warung andalanku untuk membeli satu bungkus es campur untuk berbuka. Seusai dari sana aku selalu pergi ke mesjid untuk segera melaksanakan shalat maghrib. Sebelum shalat aku berbuka dahulu meminum segelas air lalu membaca niat berbuka puasa, seusai itu baru aku shalat.
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Kutunggu Hijrah Subuhmu (TERBIT)✅
  • Putih (Catatan Walisantri & Santriwati Alumni Pondok Pesantren Gontor
  • about Raya (Sudah Terbit)
  • KANALA (TERBIT)
  • H2 TARIM
  • AYRA SYAHDINA
  • Imamku Gus Killer [Terbit]
  • Langit Senja di Kota Nabi

Angin yg berhembus lembut di pipi disertai dengan suara adzan subuh yg telah berkumandang yg membuatku terbangun dari tidurku dan langsung bersiap siap untuk mengambil air wudhu dan setelah itu aku langsung memakai mukenahku dan turun menghampiri keluargaku yg sudah menungguku di musholah rumah,tangga demi tangga rumah yg kuturuni membuat semua keluargaku melihatku ,aku tersenyum sipuh sambil merasa malu yg membuatku harus berjalan sedikit cepat karena azan yg sudah selesai dikumandangkan,kami pun langsung mengerjakan sholat subuh berjamaah.setelah sholat subuh kami pun langsung menyetor ayat al- quran sedangkan bunda dan kakak iparku menyiapkan serapan untuk kami . Ayah mengajari kami tajwid demi tajwid yg ada di dalam al-quran ,sedangkan adikku yg menjengkelkan itu mengejekku dari belakang ayah yg membuat ku geram dan ingin sekali memberi pelajaran padanya ,tapi...apa boleh buat dia berada pas dibelakang ayah jika aku memberi dia pelajaran sekarang ayah pasti memarahiku ,karna kata ayah "kalo kita digangguin atau dihina orang lain anggaplah itu sebagai cobaan yg diberikan Allah Swt untuk mengecek seberapa kuat iman kita ". itu sebabnya yg membuat ku tetap bersabar jika aku digangguin oleh adikku yg menjengkelkan itu .setelah setoran ayat suci al-quran ayah pun langsung menuntun kami untuk berdoa ,disaat aku sedang berdoa tiba-tiba ada yg membisikkan ku "jangan lupa doain jodoh kakak biar bisa cepet ta'arufan ".aku langsung melihat kearah bisikan itu dan melihat adikku tepat ada di sebelah ku ,ketika aku melihatnya dia berpura pura berdoa dengan khusyuk . huffff.....sangat menjengkelkan (lekatku dalam hati)sabar....sabar....humairah.....(tambahku dalam hati)doa yg dipanjatkan oleh ayah pun selesai kami semua langsung berbaris rapi sambil menunggu untuk menyalam dan mencium tangan ayah .

More details
WpActionLinkContent Guidelines