Untuk Daven [Hiatus]

Untuk Daven [Hiatus]

  • WpView
    Reads 1,028
  • WpVote
    Votes 284
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2020
Adakala Tuhan menghadirkan cinta lewat rasa benci terdahulu seperti kisah antara aku dan dia yang kusebut cinta sejati hingga pada akhir hidupnya. kisah ini akan selalu menjadi kisah yang selalu kusimpan baik untuknya. Aku mengingat semuanya Untukmu Daven. "Udah Dav tolong, hidung mu berdarah lagi." Ucapku mengambil tisu dan membersihkan darah yang menetes dari hidungnya. "Udah kamu gak usah lanjutin bicara, aku mau kamu istirahat dulu." Ucapku meneteskan air mata. "Air mata apa ini Ai? kamu gak boleh menangis." Ucapnya mengusap air mata ku yang sudah tak terbendung ini dengan jemarinya.
All Rights Reserved
#250
musuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]
  • little Girl And Possessive Cool Boy (End)
  • REUNI (Enam)
  • Promise Me ( END )
  • Aerilyn
  • Angel
  • Terima kasih Ravindra
  • Antara dosa dan Cinta Pertama

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines