Kanaya Love Story

Kanaya Love Story

  • WpView
    Membaca 28
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 22, 2019
Pernahkah kamu mencintai seseorang . Dengan sebegitu besarnya, sebegitu harap nya, hingga saat bersamanya kamu bahkan tidak bisa menguasai dirimu sendiri. Hingga dirimu terjebak dalam sebuah dilema, menjadi ambigu tanpa tau arah, dan tanpa kamu sadari semuanya berjalan menyelusuri tiap detik, menit, hingga jam dihidupmu. Sampai pada akirnya dirimu berkata "...uppppps apa yang gw lakuin". Dan saat kamu melihat sekeliling mu .. Seolah-olah kamu baru terbangun dari sebuah koma yang panjang. itulah yang dialami oleh *Kanaya*
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#67
kanaya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Mahligai Sunyi
  • ALEZRIEL( On Going)
  • Hati Yang Tak Pernah Pergi
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • My posesif man!
  • CERPEN
  • STIGMA
  • FEARLESS || JAYISA

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan