My Baby Twins

My Baby Twins

  • WpView
    Reads 1,729,441
  • WpVote
    Votes 91,304
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jun 8, 2021
"Aku hamil kak" jawab Qween cepat. Hening. Lelaki itu tak merespon apapun, ia hanya menatap Qween datar membuat wanita hamil itu gelagapan. "Kak, kakak udah janji kan mau tanggung jawab waktu itu" kata Qween cemas. Lelaki itu pun mengeluarkan sesuatu dari dalam jasnya dan menyodorkannya pada Qween. Qween hanya menatap amplop coklat tebal itu bingung lalu kembali menatap lelaki itu. "Gue tau lo bakal bilang ini ke gue. Gugurin. Pake itu uang buat lo gugurin bayi lo, setelah itu jangan pernah temuin gue lagi" jelas lelaki itu dingin membuat Qween membelalakan matanya terkejut. __________________________________ NO COPAS COPAS, oke!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESTINY OF MY LIFE (END)
  • We Are Destiny (NEW)
  • Alpha Tsundere Dan Omega Polosnya
  • Taste Of Love: Red Velvet
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • I LOVE YOU | Taennie
  • Aku Tahu Kamu Terluka   (Jjk >< Iny) ✔
  • You're Mine Alexa
  • The Brides
  • Sistem Menghukumnya untuk Mempunyai Bayi

🐣DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🐣 🐣DOML (DESTINY OF MY LIFE)🐣 🐣39 BAB + 2 EXTRA CHAPTER🐣 🐣WAJIB VOTE + KOMEN🐣 🐣AKAN REVISI SESUAI MOOD🐣 Mencintainya memang di luar kendaliku. Tapi bukan berarti aku rela di hamili oleh pria yang statusnya adalah kekasih sepupuku sendiri yang sangat dekat dan bahkan orang-orang lebih mengenal kami kembar. Tentu saja, aku tidak ingin menyakitinya. Namun siapa yang harus di salahkan? terlebih lagi ini semuanya sudah terjadi. "Gue bakal tanggung jawab," ucap Cakra sambil memegang tangan wanita di depannya yang masih memandanginya dengan wajah datar. Namun air mata yang keluar dari kedua matanya cukup menjelaskan bagaimana kondisi hatinya sekarang. "Gak perlu. Gue gak minta," jawab Viena yang melepaskan tangannya dari genggaman Cakra. "Gue yang mau," jawab Cakra dengan wajah seriusnya dan mencoba meyakinkan Wanita keras kepala di depannya itu. "Gue yang enggak!" balas Viena dengan sedikit mengeraskan nada suaranya. "Navia pasti bakal ngerti kondisi ini," ucap Cakra. "Gue bilang gak, ya enggak!" kekeuh Viena yang kemudian memasuki kamarnya dan menutup keras pintu kamarnya tersebut, sehingga meninggalkan Cakra sendirian. Laki-laki itu kini berada di keadaan yang membingungkan. Ia kini harus memutuskan bertanggung jawab dan itu tentu akan menyakiti kekasihnya, namun melepas tanggung jawab juga akan membuatnya terlihat seperti penjahat kelamin yang menelantarkan sepupu kekasihnya beserta juga anaknya. Jadi apa yang harus Cakra pilih? melepaskan atau mempertahankan. *** . . . INSTAGRAM @afama.fafa99 WATTPAD @putriHumairamaharani

More details
WpActionLinkContent Guidelines