Secret Love Maze

Secret Love Maze

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 23, 2021
Rumah di ujung desa ini sudah terabaikan. Lebih tua daripada tukang kebun yang memangkas tanaman liar di halaman dan taman yang ada disana. Pintunya sudah tak berupa pintu yang seharusnya. Tanaman rambat telah mengambil alih tugas si pintu untuk menjaga agar tidak ada orang yang sembarangan menginjakkan kakinya ke dalam rumah itu tanpa permisi. Gerbang yang semula berdiri kokoh dan besinya berwarna hitam garang, telah sepuh dan tak mampu menghalau anak - anak nakal yang sering kali datang untuk membuat rumah itu bertambah buruk. Kaca - kaca yang masih terpasang di jendela yang tingginya 5 meter biasanya jadi sasaran mereka jika bukan patung - patung di depan atau di samping rumah. Si tukang kebun tak bisa berbuat banyak mengenai hal ini. Usianya yang sudah memasuki masa penantian menuju akhirat itu tak bisa ia ajak untuk menghalau kenakalan anak - anak itu. Yang bisa ia lakukan hanya menghalau sebisanya dengan tongkat atau sapu yang biasa ia pegang. Lama - kelamaan gangguan - gangguan dari anak - anak nakal desa mulai berkurang seiring dengan persiapan memasuki tahun ajaran baru yang akan berlangsung sekitar dua minggu lagi. Setiap warga desa selalu membual tentang keangkeran rumah itu yang tersebar melalui atmosfer desas desus yang tersebar dari cerobong asap rumah tua itu. Mereka bilang rumah itu ada penampakan wanita memakai gaun pesta hitam, yang diasumsikan sebagai penampakan pemilik rumah yang bunuh diri saat ia menggunakan gaun pesta itu. Ada juga yang mengatakan jika mereka mendengar ada yang memainkan musik untuk berdansa di dalam rumah itu padahal di dalam rumah itu tidak ada siapa pun. Namun, bukan rumah dan tukang kebun yang akan ku ceritakan disini. Yang akan mengisi lembar cerita ini adalah pemilik rumah itu juga tentang kisah cintanya yang berakhir dengan tragis. Gerbang semu yang membuat penasaran semua orang tentang rumah ini akan ku buka perlahan agar kalian dapat melihat ke dalamnya dan memjawab rasa penasaran kalian mengenai tempat ini.
All Rights Reserved
#192
perjalananwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Traces in the Light
  • Warisan Gandari
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Rumah Sepasang Luka ✓

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines