Danial 2

Danial 2

  • WpView
    Reads 61,096
  • WpVote
    Votes 2,096
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 30, 2023
Entah sampai kapan Danial masih berharap hubungannya dengan Adara baik-baik saja. Danial harap, jika ia kembali keadaan harus seperti semula sebelum dirinya pergi. Ia percaya jika Adara masih menanti dirinya kembali. Danial percaya jika cinta mereka yang akan menyatukan mereka kembali. Danial percaya, Adara miliknya sampai kapanpun. Tapi bagaimana jika Danial tahu yang sebenarnya Adara telah memiliki kekasih baru? Akankah Danial merelakan Adara0 demi membuatnya bahagia? Ataukah Danial harus berjuang kembali seperti yang dulu Adara lakukan untuk dirinya? Yuk baca aja kelanjutan cerita cinta Danial dan Adara di "Danial 2"
All Rights Reserved
#285
adara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Detik Terakhir
  • Daniel&S
  • The Love story 2 [Complited]
  • The Distance Between Us
  • dandelions
  • Danial (SELESAI)
  • Back With You
  • Antara Rindu dan Amarah
  • BELIEVE

"Apa yang bisa memisahkan cinta sejati? Katakan padaku, Nayla." Suara Adrian bergetar, penuh dengan kepedihan yang berusaha ia tahan. Matanya menatap Nayla dengan putus asa, seolah mencari jawaban yang bisa meredakan rasa sakit di hatinya. Nayla menggigit bibirnya, berusaha menahan gejolak emosi yang semakin menghimpit dadanya. Ia menoleh, menatap wajah Adrian untuk terakhir kalinya, sebelum akhirnya berbisik dengan suara yang nyaris tak terdengar. "Takdir, Adrian..." Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung. Butirannya mengalir di pipi, bercampur dengan rintik hujan yang semakin deras. Adrian menatap Nayla tak percaya. Dengan penuh harapan, ia mengulurkan tangannya, mencoba menggenggam tangan gadis itu sebagai bentuk permohonan, sebagai pegangan agar Nayla tidak benar-benar pergi. Namun, Nayla menepisnya. "Kalau begitu, aku akan menantang takdir itu!" suara Adrian semakin meninggi, hampir seperti teriakan yang penuh kepedihan. "Tolong, Nayla... jelaskan padaku! Kenapa kamu menjauh?" Tangis Nayla semakin pecah. Seluruh perasaannya ingin ia tuangkan, tetapi ia tahu, kata-kata tak akan mengubah keadaan. Ia menunduk, bahunya bergetar hebat. "Takdir ini... tak bisa dilawan, Adrian..." suaranya lirih, seakan patah di tengah jalan. Ia berbalik, membelakangi Adrian. Langkahnya terasa berat, namun ia tahu, ia harus pergi. "Selamat tinggal..." Hujan semakin deras, seolah ikut menangis bersama mereka. Adrian tetap berdiri di tempatnya, menatap punggung Nayla yang semakin menjauh, membawa serta hatinya yang hancur dalam keheningan sore yang kelam. Yuk saksikan kisah selanjutnya😍😍😍

More details
WpActionLinkContent Guidelines