[TAMAT]
Manik hitamnya tak pernah berpaling sejak masa orientasi. Gadis berperawakan mungil, dengan rambut sebahu, putih, pipi yang tembam, dan matanya yang memikat sukses membuat Aliando Fatih Syarif terpikat.
Namun siapa sangka, kalau lelaki berperawakan lebih tinggi darinya, dengan kulit putih, mata yang teduh namun fokus, senyumnya yang menawan serta wajah khas Timur-Tengahnya tidak berani mengungkapkan perasaannya.
Bagi Ali, gadis yang bernama Aprillya Latuconsina adalah inspiratornya. Semua tentang rasa dan harapan kepadanya hanya mampu diuraikan pada lirik lagu, hanya mampu dicurahkan dalam sajak puisinya. Semuanya tertulis pada secarik kertas tanpa noda.
Suatu hari Ali memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, saat itu juga ia gagal. Harapannya pupus.
Akankah Aliando Fatih Syarif terus berjuang demi mendapatkan cintanya?
• • • • •
#5 Prilly Latuconsina (23/01/21)
#13 Aliando (23/02/21)
#4 Aliando (20/03/21)
#3 Aliando (22/03/21)
Walaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersirat ada rasa keKECEWAan. Namun demi membuatku tersenyum, kamu mengeluarkan beribu cara untuk menyembunyikan semua itu.
Maafkan aku! Aku tidak tahu! Sumpah! Aku tidak mau salah memilih lagi! Aku tidak rela kamu bersama yang lain. Mungkin aku egois, karena hati. Hati aku yang selalu menuntunku untuk memilihmu. Prilly.
Sungguh, aku sudah tak kuat menerima kenyataan ini. Dia sudah bahagia! Tapi aku tetap mengharapkannya! Kenapa Tuhan! Kenapa Engkau mengirim aku hanya untuk menjaganya, bukan memilikinya! Aku ingin menangis menyaksikan semua ini! Tapi aku tak mau terlihat lemah. Aku harus kuat.
Tapi, saat dia menceritakan apa yang terjadi hari ini dengan senyum riangnya, ya? Aku senang. Apakah aku harus rela melepaskannya untuk orang lain yang disukainya?! Aku tak rela Tuhan! Aliando.