Skyggen (END)

Skyggen (END)

  • WpView
    Reads 11,712,020
  • WpVote
    Votes 914,208
  • WpPart
    Parts 86
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 6, 2021
"Apa yang sudah kau lakukan padaku, brengsek!" Miya menatap nyalang pada Anders, dadanya naik turun penuh emosi. Tangannya mempererat lilitan selimut yang membungkus tubuhnya. Anders tersenyum hangat, "bukan saya, tepatnya Anda, Princess." "Apa maksudmu? Kau memperkosaku, Letnan keparat!" Anders menggoyangkan jarinya, menyanggah. Dengan santai pria itu mengambil ponsel miliknya di atas nakas. Mengotak-atiknya, dan kemudian terdengar sebuah rekaman suara yang membuat Miya membelalakan matanya, tidak percaya. Itu suaranya... Suara desahan... Bahkan suaranya yang memaksa Anders untuk bercinta dengannya. Napas Miya semakin memburu tidak beraturan. Dan dengan gerakan cepat, Miya keluar dari dalam selimutnya, menerjang Anders untuk merebut ponsel di tangan Ajudannya itu, sambil terus berteriak dan memaki Anders menggunakan semua kata-kata kasar yang semampunya ia keluarkan. ____________________________________________ Mulai menulis : 01 Januari 2020
All Rights Reserved
#264
militer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • COUPLE IN LAW [COMPLETED]
  • DETTA
  • KRONOGRAM (END)
  • The Story Of You And I
  • Love Two Prince
  • WIN-LOSE SOLUTION ✔
  • Behind Our Eyes
  • The Best Man Ever
  • 𝐋𝐚𝐤𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐁𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐝𝐮𝐩 (𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭)✔️

Melia tidak menyangka momen konyol seperti ini akhirnya terjadi di dalam hidupnya. Ia sudah berkali-kali mengatakan tidak menginginkan perjodohan ini, tapi Papa selalu saja mendebatnya dan membuatnya mati kutu. Kalau sudah begini ia bisa apa? Sakarang lihatlah yang terjadi, di jari manisnya tersemat sebuah cincin bermata berlian. Melia ingin sekali melempar cincin ini ke wajah bujang lapuk itu. "Lihat aja apa yang akan gue lakukan nanti. Gue akan membuat pertunangan dan perjodohan ini batal. Dan loe, bujang lapuk! Gue pastikan akan membuat loe nggak tahan dengan semua permainan konyol ini!" "Dasar anak kecil. Kamu kira aku mau menikah denganmu, huh? Tomboy, anak motor, cih. Jangan mimpi! Kalau nanti aku berakhir menikah dengan kamu, akan kupastikan kamu tidak akan betah hidup bersamaku!" Melia memutar balik tubuhnya begitu mendengar suara yang tidak asing di indera pendengarannya. Amarahnya makin memuncak ketika pria itu sudah berdiri tepat dihadapannya. "MULAI HARI INI GUE RESMIKAN PEPERANGAN KITA!" kata Melia tak gentar. "AKU, ANDARO FERNALDI, DENGAN SETULUS HATI, LITTLE GIRL!" balas Daro tak mau kalah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines