Skyggen (END)

Skyggen (END)

  • WpView
    Reads 11,711,992
  • WpVote
    Votes 914,208
  • WpPart
    Parts 86
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 6, 2021
"Apa yang sudah kau lakukan padaku, brengsek!" Miya menatap nyalang pada Anders, dadanya naik turun penuh emosi. Tangannya mempererat lilitan selimut yang membungkus tubuhnya. Anders tersenyum hangat, "bukan saya, tepatnya Anda, Princess." "Apa maksudmu? Kau memperkosaku, Letnan keparat!" Anders menggoyangkan jarinya, menyanggah. Dengan santai pria itu mengambil ponsel miliknya di atas nakas. Mengotak-atiknya, dan kemudian terdengar sebuah rekaman suara yang membuat Miya membelalakan matanya, tidak percaya. Itu suaranya... Suara desahan... Bahkan suaranya yang memaksa Anders untuk bercinta dengannya. Napas Miya semakin memburu tidak beraturan. Dan dengan gerakan cepat, Miya keluar dari dalam selimutnya, menerjang Anders untuk merebut ponsel di tangan Ajudannya itu, sambil terus berteriak dan memaki Anders menggunakan semua kata-kata kasar yang semampunya ia keluarkan. ____________________________________________ Mulai menulis : 01 Januari 2020
All Rights Reserved
#264
militer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KRONOGRAM (END)
  • Love Two Prince
  • COUPLE IN LAW [COMPLETED]
  • The Best Man Ever
  • Bersamamu, Aku Terluka
  • Milka's Destiny {On Going} Belum Di REVISI
  • Bagaimana Mungkin? [COMPLETED]
  • 𝐋𝐚𝐤𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐁𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐝𝐮𝐩 (𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭)✔️
  • Wanita Kedua

"AKU MAU KAMU TANGGUNG JAWAB!" Dengan sedikit bentakan namun dihiasi tetes air mata yang mengalir lancar aku memulai drama ini. "Tanggung jawab apa?" Kini aku mulai terisak, dengan napas yang terengah engah aku melanjutkan drama ala FTV ini. Para peserta meeting yang fokus melihatku membuat aku hampir tersenyum senang. "Ka... Kamu lupa? Setelah semalem kamu ..., kamuu..." Ucapanku di sela dengan tegas oleh seorang laki laki, "FABIAN! Saya rasa kamu perlu bicara berdua dengannya" Laki laki dengan jas armaninya itu melangkah keluar dari ruang meeting ini diikuti oleh yang lain, aku menundukkan kepalaku dengan tangan kanan menutupi mulut berusaha mengurangi isakan palsu buatanku. "Sini sini kamu duduk, udah jangan nangis. Tanggung jawab apa? Kan saya udah kompres dada kamu" Aku menangis lebih kencang dari sebelumnya, orang-orang di ruangan lain kupastikan bisa mendengar sehingga tau apa yang tengah terjadi, "Aku mau kamu nikahin aku Candra!" "KAMU GILA YA?" Aku menamparnya sesuai dengan skenario yang telah kubuat di kepalaku. Ugh pipinya sampai merah itu pasti sakit. "AKU TAKUT HAMIL" Prangg.... Aku mendengar benda terjatuh di ruangan lain, nah kan benar! Pasti orang orang itu menguping. Bagus deh. PICTURES by @haremsbrides (instagram) START:- END: 9 JULI 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines