Skyggen (END)

Skyggen (END)

  • WpView
    LECTURES 11,712,374
  • WpVote
    Votes 914,209
  • WpPart
    Chapitres 86
WpMetadataReadTerminé sam., mars 6, 2021
"Apa yang sudah kau lakukan padaku, brengsek!" Miya menatap nyalang pada Anders, dadanya naik turun penuh emosi. Tangannya mempererat lilitan selimut yang membungkus tubuhnya. Anders tersenyum hangat, "bukan saya, tepatnya Anda, Princess." "Apa maksudmu? Kau memperkosaku, Letnan keparat!" Anders menggoyangkan jarinya, menyanggah. Dengan santai pria itu mengambil ponsel miliknya di atas nakas. Mengotak-atiknya, dan kemudian terdengar sebuah rekaman suara yang membuat Miya membelalakan matanya, tidak percaya. Itu suaranya... Suara desahan... Bahkan suaranya yang memaksa Anders untuk bercinta dengannya. Napas Miya semakin memburu tidak beraturan. Dan dengan gerakan cepat, Miya keluar dari dalam selimutnya, menerjang Anders untuk merebut ponsel di tangan Ajudannya itu, sambil terus berteriak dan memaki Anders menggunakan semua kata-kata kasar yang semampunya ia keluarkan. ____________________________________________ Mulai menulis : 01 Januari 2020
Tous Droits Réservés
#380
raja
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Marry Me Marry Me Not
  • DETTA
  • Wanita Kedua
  • WIN-LOSE SOLUTION ✔
  • Bagaimana Mungkin? [COMPLETED]
  • The Story Of You And I
  • Bersamamu, Aku Terluka
  • The Best Man Ever
  • Milka's Destiny {On Going} Belum Di REVISI
  • LOVE in SILENCE

Pra dan Neri bertetangga sejak kanak-kanak. Hubungan mereka sudah seperti kakak dan adik. Sama-sama sulung, sama-sama yatim, juga sama-sama memiliki ibu yang sulit, membuat mereka dekat karena merasa senasib. Tetapi jangan harap mereka terpikir untuk menjalin hubungan lebih dari itu. Apalagi untuk menjajagi kemungkinan mereka berjodoh atau tidak. Nope! Berjuta alasan membuat keduanya menghindari keterlibatan dalam urusan super sensitif itu. Apalagi Mama Pra juga tidak segan-segan menunjukkan antipati kepada keluarga Neri. Sejak Neri beranjak dewasa, wanita paruh baya itu sangat tak menyukai keakraban putri tetangga sebelah dengan putranya. Sangat tidak pantas karena Neri kurang terdidik dengan baik. Tidak feminin sama sekali, juga kurang menjaga tata krama. Gayanya terlalu nekad untuk ukuran perempuan. Dan tidak segan-segan melawan pendapat orang yang seharusnya dia hormati. Neri juga tidak tahu malu, bergaul seakrab itu dengan Pra. Tidak bisa menjaga kehormatan diri. Terlalu santai dalam berinteraksi dengan Pra yang nota benenya adalah lawan jenis. Nenek Lampir. Itu adalah julukan yang diberikan oleh Neri kepada Mama Pra. Menyebalkan, sombong, dan angkuh luar biasa. Heran deh, bagaimana bisa cowok kalem dan baik seperti Pra dilahirkan dari perempuan yang memiliki sifat mengerikan begini! Seolah aku doyan aja sama anaknya! Omelnya. Jadian sama Pra? Nehi! Itu maunya Neri. Dan semoga dia tidak termakan kata-katanya sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu