Skyggen (END)

Skyggen (END)

  • WpView
    LECTURAS 11,754,314
  • WpVote
    Votos 915,155
  • WpPart
    Partes 86
WpMetadataReadConcluida sáb, mar 6, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
"Apa yang sudah kau lakukan padaku, brengsek!" Miya menatap nyalang pada Anders, dadanya naik turun penuh emosi. Tangannya mempererat lilitan selimut yang membungkus tubuhnya. Anders tersenyum hangat, "bukan saya, tepatnya Anda, Princess." "Apa maksudmu? Kau memperkosaku, Letnan keparat!" Anders menggoyangkan jarinya, menyanggah. Dengan santai pria itu mengambil ponsel miliknya di atas nakas. Mengotak-atiknya, dan kemudian terdengar sebuah rekaman suara yang membuat Miya membelalakan matanya, tidak percaya. Itu suaranya... Suara desahan... Bahkan suaranya yang memaksa Anders untuk bercinta dengannya. Napas Miya semakin memburu tidak beraturan. Dan dengan gerakan cepat, Miya keluar dari dalam selimutnya, menerjang Anders untuk merebut ponsel di tangan Ajudannya itu, sambil terus berteriak dan memaki Anders menggunakan semua kata-kata kasar yang semampunya ia keluarkan. ____________________________________________ Mulai menulis : 01 Januari 2020
Todos los derechos reservados
#19
jenderal
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • When The Jerk Falling in Love
  • Marry Me Marry Me Not
  • Bagaimana Mungkin? [COMPLETED]
  • The Story Of You And I
  • Setelah Menikah
  • WIN-LOSE SOLUTION ✔
  • HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅
  • Milka's Destiny {On Going} Belum Di REVISI
  • Bersamamu, Aku Terluka

"Aku maunya sama kamu sayang" sahut Rio. Ify tersenyum sinis yang membuat kening Rio bertaut bingung. "Dasar yang namanya brengsek ya tetap aja brengsek." Rio menggertakkan giginya mendengar ucapan Ify itu. Oke dia memang playboy yang suka mematahkan perasaan perempuan. Namun dia tidak seberengsek itu. Dia tidak pernah meninggalkan wanitanya dalam keadaan telanjang di sebuah kamar hotel atau bahkan dalam keadaan hamil. Jadi dia tidak bisa dikatakan brengsek kan seharusnya? Rio mendorong Ify hingga tersandar di pintu. Dia mengunci pergerakan Ify dengan tubuhnya sendiri. Dia juga menatap tepat ke arah bola mata Ify. "Aku emang brengsek. Tapi aku gak sebrengsek yang kamu pikirkan" bisik Rio di telinga Ify. Dia bisa merasakan kalau wanita yang kini berada dalam kurungannya itu memejamkan matanya karena takut. "Tapi aku dengan senang hati akan menunjukkan kebrengsekkan aku itu ke kamu sekarang" tambah Rio lagi. Dia membelai pipi Ify dengan jarinya seiring dengan wajahnya yang semakin dia dekatkan ke wajah Ify. Ify merinding begitu melihat tatapan penuh intimidasi dari Rio. "Ja-ng-an ma-cem-ma-cem!" Kata Ify terbata begitu Rio semakin mendekatkan wajahnya. "Kenapa kamu takut?" Tanya Rio lagi. Seulas senyum terukir di bibirnya. Ify menggenggam pergelangan tangannya dengan erat. Perasaan takut dan cemas Rio benar-benar akan melakakukan apa yang dia ucapkan itu tiba-tiba muncul. Apalagi Rio semakin mempertipis jarak di antara mereka. Dia bahkan hampir-hampir menahan napasnya karena wajah Rio yang begitu dekat dengan wajahnya. Hingga kemudian dia refleks menutup matanya begitu melihat Rio semakin mempertipis jarak diantara mereka. Coppy right @ 15 Februari 2018

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido