We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Trust.
  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 6, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jika jalan terbaik adalah melepaskan? Bagaimana perasaanmu ketika kamu harus merelakan sesuatu yang telah kamu jaga bertahun-tahun? Dengan merelakannya, akan datang sesuatu yang baru. Bisa jadi lebih baik, bisa jadi lebih buruk. Tergantung bagaimana kamu menilai sesuatu yang baru itu. Cara terbaik untuk melepas sesuatu bukanlah dengan melupakannya, kamu akan lebih terpuruk saat melupakan. Relakan, yakinlah bahwa kamu akan mendapat yang lebih baik. Dan yakinlah dia juga akan bahagia. Percaya bahwa kalian akan bahagia dengan caranya masing-masing Hatimu bergemuruh ketika bersama yang baru, namun kamu tidak akan mau mengakuinya. Karena akan ada rasa bersalah. Dia yang lama baru saja pergi, bagaimana bisa kamu dengan mudahnya jatuh kepada orang baru. Karena rasa bersalah itu kan? Sudahlah, kamu berhak bahagia. Cerita ini dibuat untuk semua pejuang rasa, yang mencoba bertahan untuk tidak dikecewakan lagi oleh semesta.
All Rights Reserved
#243
trust
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Half A Heart [lwt & hes]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Tanyakan Namaku Pada Senja
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Secret Admirer
  • Still Ours [Hiatus]
  • Distance

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines