BOYFRIEND

BOYFRIEND

  • WpView
    LECTURI 171
  • WpVote
    Voturi 29
  • WpPart
    Capitole 5
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare joi, apr 16, 2020
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
Kadang mata itu tidak selalu benar dalam sesuatu hal yang dilihatnya, kebanyakan hanya melihat dari sisi luarnya saja tanpa berfikir apa yang sudah terjadi. Banyak yang tidak peduli kepada sekitar hanya karna kesalah pahaman, sebagian dari mereka hanya melihat dengan pandangan yang tidak bersahabat tanpa memikirkan perasaan orang yang mereka pandang seperti itu. " Lo itu munafik, mana ada cewe yang nolak diajak ketempat seperti ini, so suci lo " ucap Angga " Lebih munafik mana lo sama gue? jangan liat orang hanya dengan sebelah mata, pergunakan mata lo itu baik - baik supaya lo pintar melihat dan menilai orang, ingat itu " jawab Amanda dan pergi meninggalkan Angga begitu saja.
Toate drepturile rezervate
#53
farel
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • HALOALKANA
  • Cinta di Alam Bawah Sadar S1&S2 [COMPLETED]
  • Dia Anggana.
  • Payback's Sweet
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • ★BABY ZION★

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut