G I R I G A H A N A

G I R I G A H A N A

  • WpView
    Reads 534
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 6, 2020
Sang hyang menciptakan manusia dengan beraneka macam sifat dan kepribadian. Dengan berkat dari Tuhan, manusia dapat menjalani hidupnya dengan apik. Tapi terkadang manusia menjadi tamak akan berkat itu. Seorang kesatria muda yang melawan ketamakan manusia, mengembalikan manusia pada kesadaran awal. Girigahana, membukakan mata manusia akan sebuah pencapaian yang tak pernah lepas dari perjuangan yang tak semua mudah . . . . . . .
All Rights Reserved
#99
aurora
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • Grim | NCT, W1 & Stray Kids ✅ [Proses Revisi]
  • Liontin Time (NominHyuck)
  • Menghitung Hujan (Markhyuck)
  • Mel(ingkar) ✔
  • DREAM ✓

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines