Hallmana Atadzkiya || Tamat

Hallmana Atadzkiya || Tamat

  • WpView
    Reads 17,729
  • WpVote
    Votes 2,237
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bismillah.. Kelam! Suram! Ah, kurasa itu duniaku, sebenarnya untuk apa aku di lahirkan di muka bumi ini, bagai tak ada tujuan tuk ku hidup. Sudah, menyerah, ya aku menyerah dengan ini. Lalu, bagaimana dengan semua impian ku? Haruskah aku menguburkannya dalam-dalam? Sungguh, i need somebody right now. Ku harap esok ketika ku bangun kan datang pagi hari dan aku akan melupakan kisah kelam ku kemarin. Ini lah kisahku Kisah penuh drama yang membuat hidup ku penuh dengan pertanyaan, penuh penghiyanatan. Aku, HALMANA ATADZKIYA. Seseorang yang hanya ingin sebuah titik cahaya dalam hidupnya. Instagram :yeniindriani_27 Hobby. :membaca Menulis Melukis Berhalu:) Salam cinta, u all.
All Rights Reserved
#83
kesabaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • cinta untuk sang nona
  • Kurindu Baginda✔️ [END]
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Ingkar 🌿|| Ending

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines