AMUKAN PANGLIMA PERANG JIN

AMUKAN PANGLIMA PERANG JIN

  • WpView
    Reads 6,751
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 24, 2019
Kisah ini adalah kisah nyata di mana sepasang suami istri yg tinggal bersama mertuanya mengalami gangguan gaib yg teramat dahsyat dr jin islam, kejadian ini sempat viral di kota itu sampai kejadian ini di muat di salah satu majalah misteri. Tp sangat di sayangkan majalah itu sudah terbuang oleh ibu saya karena memang sudah lama sekali kejadian itu sekitar 2007, jadi sy g bisa photo majalah tsb. Sy sendiri belum dapat izin dr nara sumber, jadi agak canggung juga buat ceritanya 😂 gimana yah ???? Baiklah saya mulai cerita ini, 2007 di kota S jawa barat kota yg sangat terkenal dgn keindahan alamnya. Sepasang suami istri yg tinggal bersama di rumah mertua dari istrinya, rumah yg sangat sederhana berada di sudut kota dan berada di dalam sebuah gang kecil yg hanya bisa di masuki oleh 1 motor saja. Bagi yg mengetahui lokasinya saya harap ikut merahasiakannya karena sy belum mendapatkan izin dr beliau tentang cerita ini 🙏
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Para Bajingan Dan Perempuan Gila [END]
  • Beda Alam (END)
  • AKU INDIGO ???
  • Villa Nomor 9
  • Reynis Love
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • Dera 2
  • RUMAH BEKAS TUMBAL (TAMAT)
  • MATA BATIN

⚠TRIGGER WARNING⚠ ⚠KONTEN 18+!⚠ Semenjak kematian suami Ayu, warga desa diteror dengan berbagai kematian, seperti kematian Pak Rohyan dan Pak Cetol. Mereka berdua adalah orang-orang kepercayaan Pak Kades. Pak Rohyan mati digorok oleh orang tak dikenal, persis seperti suami Ayu. Warga desa dan Pak Kades menganggap itu sebagai kecelakaan biasa dan menutup kasusnya dengan segera agar nama baik desa tidak tercemar. Selanjutnya adalah kematian Pak Cetol. Kematiannya sangat tragis. Pasalnya, ia ditemukan tanpa tubuh. Kepalanya ditancapkan pada bambu runcing dan dimasukkan ke dalam air sungai. Lagi, kematiannya berusaha ditutupi. Warga desa tak mau jika kematiannya sampai didengar polisi dan media. Jika sampai itu terjadi, berbagai penghargaan yang disematkan kepada desa tersebut akan sia-sia. Anak Pak Kades, Damar, merasa janggal dengan kematian-kematian itu. Ia baru datang dari Jakarta setelah 10 tahun tak pulang. Damar curiga kedatangannya adalah sebuah kutukan, sebab baru kali ini ia menemui orang-orang yang mati secara berdekatan. Ia menjadi takut jika ia telah melukai orang lain sehingga ia dikutuk dengan berbagai peristiwa tersebut. Di desa itu, diam-diam Damar dekat kembali dengan mantannya---Ayu---janda yang baru kehilangan suaminya dan dianggap gila karena masa lalunya yang buruk. Selama mendekati Ayu, tabir kebenaran mulai tersingkap. Satu persatu Damar mulai menemukan titik terang atas apa yang telah terjadi dengan desanya, termasuk awal mula kematian suami Ayu. Cover: Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines