Hei, Kamu Cinta!?

Hei, Kamu Cinta!?

  • WpView
    LECTURES 51
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., déc. 25, 2019
Ara menggelengkan kepalanya lagi, matanya terpejam lama. apa apaan ini, tidak seharusnya dia berpikir seperti ini " kenapa aku merasa tatto itu bertulis Ara " ara kembali menghela napas, membenturkan kepalanya pelan pada meja kerja nya " kamu sakit?" CEO itu berjongkok di sampingnya, ara mendelik kaget "astaga" matanya menatap sekeliling ruangan, mbak rita menatap tajam, mas Rio menutup mulut dengan kedua tangannya, mbak amber sampai berdiri melihat boss duduk berjongkok " tatto ini akan saya perlihatkan kalo kamu mau menikah dengan saya" astaga, watdefak... semua orang menatapku horor
Tous Droits Réservés
#20
tatto
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • TOUCHED (End)
  • My Big Boss
  • The Third Person ✔
  • HUSBAND [END]

Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu