Hei, Kamu Cinta!?

Hei, Kamu Cinta!?

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 25, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ara menggelengkan kepalanya lagi, matanya terpejam lama. apa apaan ini, tidak seharusnya dia berpikir seperti ini " kenapa aku merasa tatto itu bertulis Ara " ara kembali menghela napas, membenturkan kepalanya pelan pada meja kerja nya " kamu sakit?" CEO itu berjongkok di sampingnya, ara mendelik kaget "astaga" matanya menatap sekeliling ruangan, mbak rita menatap tajam, mas Rio menutup mulut dengan kedua tangannya, mbak amber sampai berdiri melihat boss duduk berjongkok " tatto ini akan saya perlihatkan kalo kamu mau menikah dengan saya" astaga, watdefak... semua orang menatapku horor
All Rights Reserved
#20
tatto
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HUSBAND [END]
  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • The Third Person ✔
  • TOUCHED (End)
  • CEO kejam suamiku
  • The Perfect Strangers

Pertemuan secara tak sengaja menimbulkan perasaan sejak kecil. Berpisah bukan hal yang mudah. Bertemu dengan gadis yang merubah semuanya. Dan sosok lelaki yang mampu berjuang dan bertahan. Sampai suatu ketika, kebenaran itu terungkap. Sreeettt.... Untungnya Alvano dengan cepat mengendalikan stir nya. Dan oh! Apa itu? Ia hampir menabrak gadis. "Aduhh..." ucap nya meringis. Ya, gadis itu adalah Nadin. Alvano turun dari mobilnya dan melihat siapa yang hampir ia tabrak. Nadin sedikit mendongak. Tatapan mereka bertemu. Nadin kaget mengapa ia bertemu lagi dengannya? Dan, astagaaa... Alvano menghela napas saat melihat sosok gadis tadi. "Untung gak mati" kesal Nadin menatap Alvano tajam. "Bukan salah saya." "Nih orang gak ada rasa rasa berdosa nya yaaa!! Bantuin diri kek, apa kek, ini gak ada rasa rasa nyesel nya!!" emosi Nadin sudah memuncak dan mengeluarkan unek unek nya. Alvano mengendikkan bahu nya acuh. Tak lupa wajahnya, ia selalu datar. "Ini sudah malam, dan gadis sepertimu tidak cocok diluar malam." Nadin melirik sekilas. "Saya tadi abis keminimarket. Trus hampir mati ditabrak sama Om Om!!!" ucap Nadin menghela napas kasar dan menegaskan ucapannya diakhir. Alvano menatap tajam Nadin, memangnya ia terlihat seperti Om Om? "Saya bukan Om mu" ucap Alvano. "Ck! TERSERAH."

More details
WpActionLinkContent Guidelines