Miss Well-planned

Miss Well-planned

  • WpView
    LECTURES 1,318
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., déc. 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Apa salahnya menikah di umur 23 tahun? Terlalu muda? Hey usia segitu mah udah lewat masa pubertasnya,juga sudah menstruasi 10 tahun lalu. So what's wrong? Menikah muda salah,menikah di usia tua juga salah. Mereka bilang kebelet nikah. Ada juga yang lebih parah! Mereka menilaiku sebagai pemalas. Menikah karena tak mau bekerja dan bisa ongkang-ongkang kaki di rumah tapi dapat gaji dari suami. Padahal mah mereka aja yang syirik! Kasa sejak dulu selalu diajarkan untuk menulis kegiatan sehari harinya oleh bundanya supaya lebih disiplin dan kebiasaan tersebut nyatanya tetap berjalan hingga kini. Kasa mencatat apapun yang hendak dilakukannya maupun pencapaian yang telah digapainya. Termasuk rencananya untuk segera menikah diumur yang sangat muda. Tetapi nyatanya jodoh pun Tuhan yang mengaturnya. Meski begitu Kasa selalu berusaha agar planningnya tercapai demi orang yang wajib dibahagiakannya. Namun Kasa yang jutek,apa mudah segera dapat pendamping? Bundanya? Sudah pasti bahagia namun juga heran,bagaimana bisa putrinya begitu pasrah dengan pintanya? Sebab Kasa yang dikenalnya adalah gadis cerdas dan ambisius. Sesuatu pasti telah mengubahnya
Tous Droits Réservés
#63
menikahmuda
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Day You Came [END]
  • Dear, Pak Dosen 2 (Completed)
  • Why You're Not Married Yet? [Proses Terbit]
  • God's Destiny [Completed]✔
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • Tentang Kita
  • Heart Signal [COMPLETED]
  • Young Marriage [✓]
  • Kami yang Berdosa

Shaza merasa sudah gila ketika menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah demi mendapatkan restu berkuliah di luar kota. Lebih gilanya lagi, dia akan menikah dengan mantan tunangan Shania-kakaknya yang telah meninggal dunia. Shazana Nareswari tidak mungkin melepaskan mimpi yang telah ia perjuangkan dua tahun, tidak juga ingin menjalin hubungan dengan laki-laki yang terakhir kali dalam ingatannya sedang menangis di pemakaman perempuan lain. Di tengah kebimbangan, Pradnya Rahandika Wardhana datang memberikan solusi penawaran kontrak pernikahan. Tanpa berpikir panjang, Shaza menyetujuinya: menjadi pasangan suami istri sampai lulus kuliah. Dia yakin, bersama Prad, menjalanin pernikahan kontrak tidak akan sesulit yang dibayangkan. Lagi pula, dari kontrak hingga perjanjian yang ia ajukan, Shaza adalah pihak paling diuntungkan. Namun, semesta selalu punya cara untuk mengejutkan. Semakin lama, garis yang memisahkan batas perjanjian dan kenyataan mulai memudar. Shaza pun dihadapkan pada dilema: apa yang akan terjadi ketika semuanya tidak lagi sesederhana yang ia bayangkan?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu