Fragile

Fragile

  • WpView
    Reads 426
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2020
"Ketika hati tak lagi mampu tuk kembali berdiri sendiri"... Mungkin, ketika mengharapkanmu aku memang sudah berada jauh di dalam titik tergila dalam nestapa hidupku.. Membawaku jauh dari realita yang membuatku tak sadar dan bahkan mungkin hingga kini membuatku benar-benar putus asa.. Bagaimana tidak... Ketika hatiku terlalu rapuh untuk diambil dari tempatnya walaupun sudah diminta baik-baik, namun tetap saja, kau mengambil resiko dnegan mencurinya yang bahkan membuatku benar-benar khawatir dan bertanya apakah kau mau mengembalikannya dengan utuh?.. Namun kau malah memberi hatimu sebagai tebusan hatiku yang kau curi.. Biarlah seperti itu hingga selamanya... Aku cukup mengerti untuk tidak pergi begitu saja setelah kini aku memiliki hati yang dapat selalu kugenggam... Meski pun saat ini hatiku dirasa tak lagi mampu tuk berdiri sendiri.. Karena ada kau dan aku memilikimu.. Someone fall in love ~Licandraa
All Rights Reserved
#203
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Another Me
  • Fading Out Flickers
  • Alice [Completed]
  • Air Mata Cinta
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Antara aku dan dunia
  • IF YOU
  • DikaRanggi

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines