Fragile

Fragile

  • WpView
    Lecturas 427
  • WpVote
    Votos 67
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, mar 24, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Ketika hati tak lagi mampu tuk kembali berdiri sendiri"... Mungkin, ketika mengharapkanmu aku memang sudah berada jauh di dalam titik tergila dalam nestapa hidupku.. Membawaku jauh dari realita yang membuatku tak sadar dan bahkan mungkin hingga kini membuatku benar-benar putus asa.. Bagaimana tidak... Ketika hatiku terlalu rapuh untuk diambil dari tempatnya walaupun sudah diminta baik-baik, namun tetap saja, kau mengambil resiko dnegan mencurinya yang bahkan membuatku benar-benar khawatir dan bertanya apakah kau mau mengembalikannya dengan utuh?.. Namun kau malah memberi hatimu sebagai tebusan hatiku yang kau curi.. Biarlah seperti itu hingga selamanya... Aku cukup mengerti untuk tidak pergi begitu saja setelah kini aku memiliki hati yang dapat selalu kugenggam... Meski pun saat ini hatiku dirasa tak lagi mampu tuk berdiri sendiri.. Karena ada kau dan aku memilikimu.. Someone fall in love ~Licandraa
Todos los derechos reservados
#39
wijaya
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Senja Yang Tak Kembali
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Another Me
  • Antara aku dan dunia
  • Alice [Completed]
  • Sekali Lagi (End)
  • AKHIR SEBUAH PENANTIAN
  • You're Here, But Not For Me
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido