Kerudung Biru

Kerudung Biru

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 18, 2020
Berulangkali dikenalkan banyak perempuan oleh mama. Beliau menganggap aku terlalu lama menjomblo bahkan dikira aku tak berniat untuk menikah. Bukannya aku tak ada niatan, ada lah! Tetapi harus selektif juga. Teman lamaku, Zidan mengajak untuk mengikuti beberapa kajian, agar tidak melulu pusing diteror menikah. Inilah kisahku dengan perempuan berkerudung biru. "Waw gak nyangka akutuh, abang jadi tobat gini. Jadi, beneran kesambet bang?" Tanya Sinta. "Ya gak lah! Udah ya, abang ganteng ini mau ke tempat les-lesan dulu." "Bang! Abang masih mau gak sama calonku?" Tanya Sinta. "Gak. Dan ini mutlak!" Seperti biasa aku cuma #sekadariseng Tapi tetep ya votenya jangan lupa Follow and Comment harus!
All Rights Reserved
#5
pakguru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suddenly Marriage
  • Why Him? (End)
  • DISA | broken
  • FANAYA✔
  • Catatan Hijrah
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Alexa, Sebuah Cinta Beda Keyakinan
  • Crazy Marriage
  • NARENDRA, SPOILED HUSBAND (END)
  • RADAR KEMBALI [SELESAI]

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines