Kerudung Biru

Kerudung Biru

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 18, 2020
Berulangkali dikenalkan banyak perempuan oleh mama. Beliau menganggap aku terlalu lama menjomblo bahkan dikira aku tak berniat untuk menikah. Bukannya aku tak ada niatan, ada lah! Tetapi harus selektif juga. Teman lamaku, Zidan mengajak untuk mengikuti beberapa kajian, agar tidak melulu pusing diteror menikah. Inilah kisahku dengan perempuan berkerudung biru. "Waw gak nyangka akutuh, abang jadi tobat gini. Jadi, beneran kesambet bang?" Tanya Sinta. "Ya gak lah! Udah ya, abang ganteng ini mau ke tempat les-lesan dulu." "Bang! Abang masih mau gak sama calonku?" Tanya Sinta. "Gak. Dan ini mutlak!" Seperti biasa aku cuma #sekadariseng Tapi tetep ya votenya jangan lupa Follow and Comment harus!
All Rights Reserved
#634
religi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Hijrah
  • ALA
  • Suddenly Marriage
  • My Crush My Husband (ON GOING)✨
  • Anugrah Azizah
  • IzinkanKu Untuk MelupakanMu [COMPLETED]
  • Crazy Marriage
  • Alexa, Sebuah Cinta Beda Keyakinan
  • Kekasih Impian✔
  • AMOUR (Mr. Pradipta)

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines