We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Unpretty girl

Unpretty girl

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 17, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"kamu sempurna tanpa perlu menjadi sepeti orang lain" serdadu merasa kesal dengan caroline yang selalu saja merasa rendah diri, apakah ia tak pernah mengetahui bahwa serdadu sangat mencintainya tak peduli ia cantik, jelek atau jerawatan sekalipun. "tapi tetap saja, aku nggak pantas buat kakak! jadi apapun yang terjadi, izinkan aku tetap mencintaimu dalam diam" heh! emangnya carolin pikir cinta diam diam itu enak? cuman bisa ngelihatin tanpa bisa memiliki? baik! kalau begitu pemikiran caroline, serdadu bakalan ngebuat caroline menyesal dan akhirnya meminta untuk menjadi miliknya, MILIK SERDADU NGGAK ADA YANG LAIN.
All Rights Reserved
#4
caroline
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • AURELLIE
  • Because I'm Stupid (End)
  • Gemitir✔️
  • CINTA SEPIHAK [TERBIT]
  • Caramel
  • Imaginary Boyfriend
  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Diary Rahasia Si playgirl Ceroboh
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines