Memilih Melepasmu

Memilih Melepasmu

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 26, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Diana adalah nama panggilanku. Semasa SMA, aku aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler yaitu pramuka. Dalam kegiatan itupun aku sering mewakili sekolahan untuk kegiatan di luar sana. Entah di tingkat kabupaten maupun daerah. Dan karena kegiatan itupun, aku bertemu seorang laki-laki yang memiliki mata sipit, senyum manis, dan kelihatan berwibawa. Kita sering bertemu, akhirnya kita semakin dekat. Namun, ada beberapa hal yang membuat aku menjauhi dia. Tapi tak lama kemudian setelah lulus SMA , kita kembali dekat. Namun jarak memisahkan kita karena aku melanjutkan kuliah diluar kota dan dia memilih untuk langsung bekerja. Tapi tak ada yang tau berapa banyak konflik antara kita. "Memilih melepasmu dan mengikhlaskanmu"
All Rights Reserved
#813
perkenalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Teluk Samudra [ TAMAT ]
  • Please, hold on [ selesai ]
  • Still Ours [Hiatus]
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Waktu Kita (Kita Dan Waktu)
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Promise

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines