RINDU DALAM HATI (SELESAI)

RINDU DALAM HATI (SELESAI)

  • WpView
    LECTURAS 154,695
  • WpVote
    Votos 9,210
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 17, 2020
(21+) Terjebak di usia rawan dan sudah pantas untuk segera menikah, Gania Vandella harus selalu di hadapkan dengan berbagai kosakata indah yang memohok hatinya. Namun, Gania tetaplah Gania masa bodoh adalah nama tengahnya tak perduli berapa pun orang mencecarnya dengan kalimat "Kamu kapan nyusul naik ke pelaminan?" Gania tetap baik-baik saja dan selalu membalas dengan kata "Nanti kalo saya cetak undangan nikah." Hingga akhirnya Gania kembali di pertemukan dengan teman lelaki lamanya Badra Diwangkara. Lantas sebuah kesepakatan apa yang akan terjadi di antara keduanya? ©Ratnaprw
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MDCF [TAMAT]
  • reza the fak boi
  • Jay, I Love You [ TERBIT ]
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Duda Lebih Menggoda (END)
  • Sahabat ... Nikah, Yuk! [Republish]
  • RAICA |NIKAH MUDA|
  • Not Like The Movies
  • Hearts Intertwined [END]

Judul : My Dangerous Childhood Friend Genre : Adult, Fantasy, Mature, Romance, Smut Sinopsis : "Mari kita berjanji: Kita akan saling menjaga ketika kita berdua berusia di atas dua puluh dan masih lajang." Suatu hari, seorang teman masa kecil kembali dan menawarkan Siana lamaran pernikahan. Itu dengan alasan janji konyol pernikahan yang mereka buat ketika mereka masih anak-anak. Bahkan jika dia pria yang hebat, dia masih teman masa kecilnya! Dalam kemarahan, Siana mengucapkan alasan lain untuk menolaknya alih-alih alasan asli yang dia rencanakan... "Aku... benci kelinci." "Dan bagaimana kamu tahu?" "Tahu apa?" "Bahwa aku kelinci atau bukan. Dan apakah aku tepat untukmu atau tidak. Kami belum pernah melakukannya sebelumnya." Sementara dia tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, Alan memanggil namanya dan menundukkan kepalanya lebih jauh. Matanya, yang melengkung seperti dua bulan sabit, berkilauan seolah-olah dia telah menemukan sesuatu yang menarik. Wajahnya lebih dekat dari yang diperkirakan Siana, dan tubuhnya yang membingkai wajahnya tegang. "Aku tidak percaya kamu menolak lamaranku karena kamu mengira aku selesai dengan cepat seperti kelinci meskipun tidak berbagi malam denganku." Sebuah tangan besar dan maskulin dengan ringan menggenggam kuncinya. Rambut ikalnya yang lembut berwarna cokelat muda yang tertangkap dalam genggamannya dengan lembut jatuh ke sisi wajahnya. "Kamu akan memberi orang yang melamarmu kesempatan untuk membuktikan bahwa dia bukan kelinci, kan?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido