Story cover for DESTINY by asnitadiana
DESTINY
  • WpView
    Leituras 280
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Capítulos 20
  • WpView
    Leituras 280
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Capítulos 20
Em andamento, Primeira publicação em dez 26, 2019
"Gw baru tau kegiatan lu setiap hari. Lu berlindung di balik sikap tak peduli sama orang lain agar kedok lu tetap tak terbuka! Masih kurang bayaran lu, sampe lu juga menjual diri lu. Murahan banget lu!" 

Gw ga pernah menyangka kata - kata merendahkan itu keluar dari bibirnya. 

Plak!!!!!!!!

Rasa sakit tamparan yang barusan gw layangkan ke pipinya belum seberapa kalo dibandingkan dengan sakit hati yang  gw rasakan akibat dari kata - katanya.

"Mulai detik ini, jangan pernah bertingkah seolah kita pernah saling kenal."

Gw berlalu meninggalkannya sambil menahan air mata. Kali ini sakitnya sangat parah. Luka yang tak berdarah seringnya lebih berbahaya, karena bisa saja berpengaruh rusaknya organ - organ vital di sekitarnya.

Gw memutuskan untuk melupakan rasa sayang yang tertanam tanpa pernah terbalas, karena kami bukan diciptakan untuk tujuan yang sama. Semoga dengan ini gw bisa lebih mudah menghilangkannya dari otak dan hati gw, Semoga!
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar DESTINY à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Truth After Love (bersambung), de tiaxyl
31 capítulos Em andamento Maduro
perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Truth After Love (bersambung) cover
GHATAN cover
Semu [Completed] cover
Everything Happens for a Reason cover
Aku dan Kamu Tapi Tak Pernah Jadi Kita. cover
FIRASAT cover
When Love is Breaking cover
Cerita Tanpa Akhir cover
F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2] cover
Hati Yang Beku cover

Truth After Love (bersambung)

31 capítulos Em andamento Maduro

perang "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.