Throne on the ruins

Throne on the ruins

  • WpView
    Reads 2,696
  • WpVote
    Votes 310
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2026
Bagi dunia luar, nama Calista Maharani mungkin terdengar indah. Namun di balik dinding megah keluarga Bramanta, ia tak lebih dari sekadar coretan salah tempat-sebuah rahasia kelam yang lahir dari dosa perselingkuhan. Sejak usia sepuluh tahun, Calista dipaksa hidup dalam pengabaian, bernapas di tengah kemewahan yang mencekik bersama ayah kandungnya dan sisa-sisa duka yang ditinggalkan istri sah sang ayah. Ia diterima, tetapi ditiadakan. Sembilan tahun bertahan dalam sunyi, dinding keangkuhan yang dibangun Calista akhirnya runtuh bersamaan dengan meledaknya skandal masa lalu di hadapan publik. Saat Rose-kakak tirinya yang selalu dipuja bak malaikat-sudah dinyatakan sebagai pewaris mutlak, Calista justru melangkah maju. Dengan sepasang bola mata cokelat yang tajam dan dingin, ia berdiri di bawah lampu kilat media. Bukan untuk meminta belas kasihan, melainkan untuk menuntut haknya sebagai pewaris Bramanta. Ia haus posisi. Ia haus pengakuan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Last Yes!
  • The Villain Mother
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • De Andere Weg (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines