Story cover for Vague by aegyo95
Vague
  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 26, 2019
"Apa kamu bilang?"

"Aku mau putus!" Tegas Lia.

Jeffrey mengeraskan rahangnya memandang Lia yang nampak berani menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Jeffrey menghela nafanya menyibakkan rambutnya, berusaha untung tenang kembali.

"Iya masalahnya kenapa kamu minta putus?" 

Benar saja Jeffrey meminta penjelasan pada Lia karena memang hubungan mereka sebelumnya terlihat baik-baik saja. Lalu hari ini Lia mengatakan kalimat yang bahkan tidak pernah Jeffrey kira akan keluar dari mulut Lia. Seolah kalimat itu adalah kalimat yang umum dikatakan.

"Udah nggak ada perasaan sama kamu." Lia mencoba untuk menormalkan kembali wajahnya yang sudah merah menahan airmatanya.

Lia berbalik hendak kembali masuk ke dalam rumahnya. 

Jeffrey menahannya, memegang lengan Lia. "Aku ada salah apa sama kamu?" Nego Jeffrey yang masih tidak terima dengan permintaan Lia.

"Ih lepas kak. Aku mau putus, aku udah nggak ada perasaan lagi sama kakak." Lia mencoba melepas genggaman tangan Jeffrey.

"Kita bicarain baik-baik dulu ya?" Ajak Jeffrey sedikit menarik lengan Lia.

"Nggak mau. Sekarang kakak lepas tangan aku." Pinta Lia memutar lengannya.

"Oke, kamu mungkin butuh waktu bukan?" Jeffrey akhirnya melepas tangan Lia dan melepas Lia pergi di balik gerbang rumahnya.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Vague to your library and receive updates
or
#597ex
Content Guidelines
You may also like
La Vie en Rose by dearmonoceross
9 parts Complete Mature
Wanita itu hanya menginginkan kesembuhan putrinya. Tak perduli bahwa harga dirinya akan terjun bebas. Mengemis dihadapan lelaki yang pernah singgah dihatinya cukup lama memang bukan ide yang bagus. Tapi, ia tak punya pilihan. Hanya cara ini yang bisa ia lakukan. Wanita itu berlutut dihadapan Jeffrey yang tengah mematung di depan pintu apartemennya. "Aku mohon Jeffrey. Aku rela melakukan apapun asalkan kau mau membantu putriku. Aku berjanji akan membayar berapapun untuk ini." Ucapnya dengan bersimbah air mata. "Putrimu juga putriku, Ciara." Batin Jeffrey dalam hati. Wanita itu hanya mengenakan sandal rumahan. Hanya mengenakan Baju seadanya, tanpa dilengkapi baju hangat. Mengingat cuaca diluar sana sedang tidak begitu bersahabat. "Berdiri Ciara!" Wanita itu masih menangis tersedu-sedu. "Aku bilang berdiri Ciara." Jeffrey meninggikan suaranya. Dengan perlahan Ciara berdiri dari berlututnya. Mensejajarkan tingginya dengan tinggi lelaki dihadapannya. Walaupun jarak tinggi mereka cukup jauh. Wanita itu hanya berhasil menatap dada bidang Jeffrey tanpa mendongakkan kepalanya. "Kau yakin mau membayar berapapun untuk itu?" Ciara mengangguk. "Berapapun dan apapun?" Wanita itu mengangguk lagi dengan lemah. "Puaskan aku malam ini. Kemudian aku akan memberikan apa yang kamu butuhkan." Ciara mendongak. Menatap Jeffrey dengan tatapan tak percaya. "Baiklah." Kali ini Jeffrey yang sedikit terkejut dengan jawaban Ciara. ~~~ Ini sebenernya dulu fanfiction Jaehyun NCT. Tp aku rubah jadi fiksi biasa. Nggak ada perubahan cerita. Emang aku unpublish terus ngulang publish lagi kayak dulu hehehe
My Little Monster - Completed by octrouble_mg
39 parts Complete Mature
Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.
I Love You, But ... ✓ by Qasmene
8 parts Complete Mature
Orang-orang berpikir Lee Seokmin adalah cowok yang Yuna suka dan Kwon Soonyoung adalah kebalikannya. Karena Yuna selalu tersenyum dan akrab dengan Seokmin, sedangkan pada Soonyoung seperti musuh. Namun, Soonyoung tak pernah menyerah dengan perasaannya. Hingga akhirnya dia mendapatkan hadiah besar setelah malam itu terjadi. Dia tidak sabar mendengar Yuna menerima perasaannya kemudian berpacaran dengannya. Seharusnya itu terjadi. Seharusnya. **** "Kau mau pergi? Kenapa?" Kebisuannya bisa membunuhku. "Yuna, kau bahkan tidak memberiku kesempatan pacaran denganmu! Kau bilang jawabannya hari ini." Dia sepertinya tidak peduli seberapa dalam kehancuran yang akan kuterima akibat putus asa mengejarnya. "Kenapa kau tega sekali padaku? Jawab aku!" Dinding batu yang mengungkung tubuh Yuna akhirnya binasa. Dia menjatuhkan tasnya dan melangkah ke arahku. Matanya tiba-tiba memerah. Aku bertanya-tanya apakah dia hendak menangis atau itu memerah karena hal lain seperti kelilipan atau apa. Tiba-tiba kedua tangannya mendorong dadaku. Kencang sekali. "Kau mau pacaran denganku? Baiklah," ujarnya, suaranya gemetar. Dia mendorongku lagi, lebih kencang hingga tubuhku keluar dari bawah atap halte ke bawah guyuran hujan. "Ayo pacaran." Yuna mengeluarkan ponsel. Sementara jemarinya menari di atas layar, aku mengawasi dengan gigi bergemeletukan, tubuhku menggigil kedinginan, tanganku terkepal kencang. Kemudian gadis itu memamerkan layar ponsel padaku yang menampilkan penghitung mundur. "Tiga menit dari sekarang."
You may also like
Slide 1 of 10
La Vie en Rose cover
My Little Monster - Completed cover
Soal Rasa 2 cover
A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED] cover
No Longer Mate cover
I Love You, But ... ✓ cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Dear You cover
Love Is Not Over ✔ cover
Arsyilazka cover

La Vie en Rose

9 parts Complete Mature

Wanita itu hanya menginginkan kesembuhan putrinya. Tak perduli bahwa harga dirinya akan terjun bebas. Mengemis dihadapan lelaki yang pernah singgah dihatinya cukup lama memang bukan ide yang bagus. Tapi, ia tak punya pilihan. Hanya cara ini yang bisa ia lakukan. Wanita itu berlutut dihadapan Jeffrey yang tengah mematung di depan pintu apartemennya. "Aku mohon Jeffrey. Aku rela melakukan apapun asalkan kau mau membantu putriku. Aku berjanji akan membayar berapapun untuk ini." Ucapnya dengan bersimbah air mata. "Putrimu juga putriku, Ciara." Batin Jeffrey dalam hati. Wanita itu hanya mengenakan sandal rumahan. Hanya mengenakan Baju seadanya, tanpa dilengkapi baju hangat. Mengingat cuaca diluar sana sedang tidak begitu bersahabat. "Berdiri Ciara!" Wanita itu masih menangis tersedu-sedu. "Aku bilang berdiri Ciara." Jeffrey meninggikan suaranya. Dengan perlahan Ciara berdiri dari berlututnya. Mensejajarkan tingginya dengan tinggi lelaki dihadapannya. Walaupun jarak tinggi mereka cukup jauh. Wanita itu hanya berhasil menatap dada bidang Jeffrey tanpa mendongakkan kepalanya. "Kau yakin mau membayar berapapun untuk itu?" Ciara mengangguk. "Berapapun dan apapun?" Wanita itu mengangguk lagi dengan lemah. "Puaskan aku malam ini. Kemudian aku akan memberikan apa yang kamu butuhkan." Ciara mendongak. Menatap Jeffrey dengan tatapan tak percaya. "Baiklah." Kali ini Jeffrey yang sedikit terkejut dengan jawaban Ciara. ~~~ Ini sebenernya dulu fanfiction Jaehyun NCT. Tp aku rubah jadi fiksi biasa. Nggak ada perubahan cerita. Emang aku unpublish terus ngulang publish lagi kayak dulu hehehe