KEHENDAK WAKTU

KEHENDAK WAKTU

  • WpView
    Reads 234
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 27, 2019
Apa pun yang ada di dunia ini semua memang telah terencana dan telah ada skenario dari yang Maha Kuasa. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada setiap detikan waktu, detik lalu aku tertawa tapi kini aku tengah menangis sendu dalam hitungan waktu. Aku percaya semua yang terjadi adalah kehendak waktu, tanpa ada yang tahu. Inilah kisah putih abu-abuku dalam kehendak waktu. Bantu vote dan komen di cerita aku yah😊
All Rights Reserved
#26
gemilang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAISAN ; Yang Tenggelam Di Lautan Lara
  • Brave Alone
  • Cinta Dalam Diam
  • Muara Senja (TAMAT)
  • Lovable Neighbour
  • COMPLICATED || END
  • (COMPLETED)
  • Another [END]
  • LENTARA
  • TENTANG JANUAR

[SUDAH GANTI JUDUL] Secara kasat mata, kehidupan Kaisan memang tampak lebih dari baik-baik saja. Hanya saja, yang tidak mereka tahu adalah kenyataan pahit bahwa sebenarnya selama ini Kaisan tenggelam dalam lautan lara, sepanjang hidupnya. Singkatnya, Kaisan sangat kesakitan. Ada suatu titik, dimana Kaisan merasa bahwa ia berhasil berenang keluar dan menyelamatkan diri dari lautan yang terasa gelap dan menyakitkan. Namun, titik yang terlihat cerah itu pun hanya ilusi. Kaisan memang berenang menuju atas tapi ia tak pernah keluar. Ia hanya seolah mengambang diantara lautan dan daratan. Itu...tragis dan menyakitkan. "Gue hancur, gue berantakan, Kas, saat gue tahu, saingan gue bukan perempuan lain, tapi rasa lelah lo sama hidup lo sendiri. Lo yang putus asa dan gak ingin hidup lebih lama, itu saingan terbesar gue Kas."-Kaluna. "Gue kehabisan tenaga, gue udah terlanjur hancur untuk susun lagi puing hidup gue yang berantakan. Gue, nyerah. Gue gak pernah bisa keluar dari lautan ini. Terlalu sakit, terlalu menyiksa."-Kaisan. "Bagi gue hanya ada dua pilihan, Kaisan. Gue rela, entah itu kita tenggelam bersama atau kita selamat dari lautan itu. Dengan hidup dan mati gue, kalaupun gue gak cukup mampu untuk bebasin lo dari sana, maka gue akan di samping lo. Kita sesak bersama. Tenggelam bersama."-Kaluna

More details
WpActionLinkContent Guidelines