Vino & Ayu

Vino & Ayu

  • WpView
    Reads 453,790
  • WpVote
    Votes 12,282
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 17, 2020
Tidak pernah terbayangkan oleh ayu jika pertemuan pertama dengan vino harus merelakan kesucian tangannya. Yaa tangan yang dengan lancangnya menyentuh bagian tubuh vino yang harusnya tidak boleh ia sentuh Ayu mengangkat tangan nya menghadap ke wajahnya, ayu teringat kembali kejadian tadi didalam cafe. "Kamu harus dipotong, bisa bisanya kamu tadi.... Pegang... Pegang apa tadi... pegang itunya...Aku udah gak perawanaann huhu hhuu" dengan bodohnya ayu bicara dengan tangannya sendiri diatas motornya yang terparkir. Tanpa ayu sadari dua orang laki laki menahan tawa didalam mobil disebelah motor ayu, ya itu adalah vino dan Dodi.
All Rights Reserved
#542
ceritafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Celebrity And Her Perfect Match | MYUNGZY COUPLE
  • WHEN DESTINED (END)
  • SUGAR Daddy
  • Perfect Of Love
  • Possessif BF [END]
  • Eight Prince GoodLooking (End)
  • Be Mine (TAMAT)
  • AGGA

DISCLAIMER: Cerita ini hanya fiksi belaka. Author hanya meminjam nama tokoh, tempat, dan merek untuk kebutuhan cerita. Cerita milik author, sedangkan Idol milik orang tua dan agensinya.🧡 Judul sebelumnya: Hello, "Bagaimana kalau kita berkencan?" "Aku tidak bisa berkencan dengan seseorang yang hatinya masih dipenuhi oleh wanita lain." "Aku sedang di jalan untuk melupakannya." "Aku tidak mengerti," ucapku sambil mengerutkan hidung. Ini benar-benar aneh, kami tidak sedekat itu-meskipun aku tahu ada perasaan lain setiap kali kami dekat-tapi disini maksudku adalah dekat secara fisik, bukan dekat seperti seorang teman lama. "Kenapa kau mengajakku berkencan? Kau ingin membuat skandal dengan aktris secantikku? Atau karena kau merasa harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau sebabkan?" "Entahlah..." Myungsoo memandang lurus ke depan, pada mobil-mobil yang berjejer terparkir rapi di basement. "Aku hanya mengambil peruntungan, mungkin saja pertemuan kita lebih dari sekadar kebetulan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines