Hanya Hayalan

Hanya Hayalan

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 27, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Tagsggo780
Kim,gadis SMA yang benar benar sudah frustrasi dengan kehidupannya. Dan bertekad mengakhiri hidupnya dengan terjun bebas dari atas gedung sekolahnya. "dengan ini, usai sudah semuanya". Ucapnya lirih tanpa ekspresi. Saat itu juga, derap kaki seorang pemuda mengejar Kim. Kakinya serasa setengah mati menyusuri anak tangga. Keringat mengalir di sekujur tubuhnya. Paru paru seakan berhenti menghirup udara. Jantung serasa meledak di perutnya. Otaknya cuma memikirkan Kim "KIM! HENTIKAN ITU SEKARANG!". teriak Theo dengan berat. Kim mendengus kesal dan berbalik "sebenarnya apa maumu?! Kenapa, kenapa kau slalu saja ikut campur urusanku!". "Kim, ku mohon". "pergi! Aku tak membutuhkan mu! Jangan sok perhatian". Kim mulai maju perlahan , sekarang dia tepat di tepi gedung, ambang kematian. Kim melirik matahari dan Langit biru yang menawan untuk yang terakhir kalinya. "aku sudah muak dengan dunia ini!". Terlihat seorang gadis kepang dua yang berada di belakang meraka. Yang menatap Kim dan Theo. Ada penyesalan di matanya. Theo, berlari mengejar Kim. "kiiimm.. Aku ada di sini karena aku mencintaimu! Hanya itu, jadi.... kumohon..! ". Teriak theo. Mendengar kata kata yang keluar dari mulut theo, Kim terlonjak kaget dan berbalik melihat ke arah Theo. Rada, juga terkejut mendengar pernyataan itu. Tapi apa daya, kaki kiri Kim terlanjur kehilangan keseimbangan,terperosot. " Theo?". Bisik Kim lirih. Tubuhnya yang ramping itu pun terhuyung huyung, dan... "kimmmmmmmmm!!!!". Teriakan histeris dari Rada dan Theo, mengelilingi atap sekolah itu....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • HAPPINESS • DewTee (PROSES REVISI)
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • The Story Of Aghea
  • I'm More Than Just A Princess
  • • D I V I N E__ D E C R E E, FA T E •
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Bad Boy
  • ARTEMIS

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines