PENGAGUM RAHASIA

PENGAGUM RAHASIA

  • WpView
    LECTURES 565
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., févr. 15, 2020
Hari pertama masuk SMA Pelita Bangsa,Widya sudah menemui sosok laki laki yang membuat ia kesal setengah mati, setiap hari bawaanya selalu ngajak ribut sampai akhirnya ia menydari bahwa laki laki itu adalah laki laki yang ia kagumi dari sejak sekolah dasar, hanya saja rasa cinta nya hanya bisa di pendam di dalam hati, karna menurutnya,memilikinya hanya ketidak mungkinan untuk dia,apalagi laki laki itu berwajah dingin tapi hatinya tak sedingin wajahnya, berhati lembut dan rendah hati, yaa bisa di bilang bijak,tapi menurut widya dia laki laki yang sangat bijak, tegas dan dewasa membuat widya mengagumi laki laki itu. ****** i am so glad that you want to read my story and dont just read but also to give a vote.{}
Tous Droits Réservés
#844
romans
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Dear of Natasya
  • Air Mata Elara
  • ELGITA  (TERBIT)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Clara Dan Arga
  • We Are One
  • BULAN [Selesai]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu