PENGAGUM RAHASIA

PENGAGUM RAHASIA

  • WpView
    Reads 565
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 15, 2020
Hari pertama masuk SMA Pelita Bangsa,Widya sudah menemui sosok laki laki yang membuat ia kesal setengah mati, setiap hari bawaanya selalu ngajak ribut sampai akhirnya ia menydari bahwa laki laki itu adalah laki laki yang ia kagumi dari sejak sekolah dasar, hanya saja rasa cinta nya hanya bisa di pendam di dalam hati, karna menurutnya,memilikinya hanya ketidak mungkinan untuk dia,apalagi laki laki itu berwajah dingin tapi hatinya tak sedingin wajahnya, berhati lembut dan rendah hati, yaa bisa di bilang bijak,tapi menurut widya dia laki laki yang sangat bijak, tegas dan dewasa membuat widya mengagumi laki laki itu. ****** i am so glad that you want to read my story and dont just read but also to give a vote.{}
All Rights Reserved
#124
romans
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We Are One
  • Semu [Completed]
  • Air Mata Elara
  • Dear of Natasya
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • PILIHAN
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Davin
  • my story

[FOLLOW DULU SEBELUM BACA!] JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK! "Menurut lo cinta itu apa?" tanya seorang gadis. "Perasaan sayang seseorang kepada lawan jenisnya. Misalnya kalo kita cinta sama seseorang, orang itu akan lebih sering ada di fikiran kita, jadi sering ngerasa rindu sama dia, ngerasa seneng kalau ada disamping dia, dan banyak hal lagi." jelas seorang lelaki. "Berarti gue cinta sama lo" "Ha?" tanya lelaki itu. "Gue ngerasain itu semua sama lo" "Tapi gue nggak cinta sama lo" Gadis itu melihat lelaki yang duduk disebelahnya. "Trus apa gunanya hati gue diciptain, kalo nggak bisa ngerasain balasan cinta dari lo?" "Fungsi hati lo banyak. Untuk membersihkan darah, produksi protein, menyimpan nutrisi, netralisir dan menawar racun, dan lain-lain." "Maksud gue bukan itu. Pokoknya gue nggak mau tau. Lo harus tanggung jawab karena udah buat gue baper." "Nggak mau" "Pokoknya sekarang kita pacaran. Titik."

More details
WpActionLinkContent Guidelines