MEMEDI Chapter 1 (COMPLETED)

MEMEDI Chapter 1 (COMPLETED)

  • WpView
    Reads 2,426
  • WpVote
    Votes 275
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 2, 2020
Kematian Febby secara mistis membuat Angela penasaran dan ingin mengetahui motif dibaliknya. Kejadian-kejadian aneh dialami Angela saat ingin menguak kasus kematian sang adik. Apa yang akan terjadi pada Angela? mungkinkah dia berhasil dalam menyelesaikan kasus kematian Febby? Ikuti cerita terbaru berjudul MEMEDI CHAPTER 1. Mulai 27 Desember 2019 Di Aplikasi Wattpad 📚
All Rights Reserved
#811
hantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dedarah 「END」
  • Deathless
  • TIUP LILIN (End)
  •  The Exorcists. I Am Indigo! [END]
  • [Completed] TSS [1]: Tessa Sophia and The Secret of Cornfields
  • Indigo Bobrok [SUDAH TERBIT]
  • Funeral [ Wattys 2019 ]
  • BL- MOVE TO BODY QUEEN (CERPEN)
  • Nephilim
  • ABCD [TELAH DI TERBITKAN]

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

More details
WpActionLinkContent Guidelines