Coretan Aluna

Coretan Aluna

  • WpView
    Reads 737
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2020
Aluna Audrika, panggil saja dia aluna. Gadis lugu berparas cantik, dia juga di kenal dengan gadis yang ceria, mandiri dan tentunya percaya diri. Gadis penyuka senja dan selalu menuangkan isi hatinya melalui sajak, Quotes yg ditulis dalam diari kecilnya.Saat senja datang aluna selalu keluar rumah dan melihat pemandangan indah tersebut, apa yang di pikirkan aluna saat senja datang? Haha dia hanya memikirkan kejadian apa yg akan terjadi pada dirinya esok hari? Begitu aneh bukan. Aluna berasal dari keluarga berada? Tentu saja tidak. Papanya seorang petani dan ibunya seorang penjual kue Suatu ketika dia bertemu dengan lelaki itu, lelaki yang mulai mengisi ruang hampa tersebut, yg mulai membuat coretan indah disana. Aku lah aluna Gadis sang penyuka senja Hadirlah dan bacalah kisahku Maka kau akan membaca separuh Hidupku, luka-luka ku di masa lalu, separuh Bahagiaku dan seluruh duniaku. 28 Desember 2019 Salam hangat Aluna.
All Rights Reserved
#339
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • REVANARA
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Destiny [COMPLETED]
  • ERLEBNISSE (TERBIT)
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Bangkitnya Elemen Cahaya
  • Langit.

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines