The Author Of The Ocean

The Author Of The Ocean

  • WpView
    Reads 404
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 3, 2020
Awan hitam itu kembali menyelimuti kota tua ini. Mengusir kawanan burung merpati dan burung gereja pulang segera. Mereka seperti menghindari bencana baru. Aku masih duduk termenung di bangku taman kota ini. memandang lamat-lamat ke arah lautan lepas. Aku masih sibuk memikirkan tujuanku kali ini. Aku merasa baru saja kehilangan jati diri. Dan aku terus saja bertanya-tanya dalam diam. Apa yang sebenarnya telah terjadi kepadaku? Bisikan halus angin laut menerpa telingaku. Serasa di panggil untuk kembali berlayar bersama kapal pesiar mewah nan megah. Tapi berkali-kali aku mengenangnya, semakin lupa dan bingung diriku tentang tujuanku ke benua ini. "Yang kau cari ada di depan mata Adelle. Kenapa kau masih bingung? Kau sudah jauh-jauh datang menaiki kapal itu. Berlayar menembus samudra, hingga kapal itu membuatmu berlabuh di kota ini. Dan membuatmu tak kembali lagi." Pria itu berdiri dan berjalan menuju pancuran di pusat kota. meninggalkan aku yang mulai kesal akan ucapannya. "Menyerahlah Adelle! Tujuanmu telah usai. Ini adalah akhir dari pencarianmu." Dia melemparkan koin ke dalam kolam pancuran yang di agungkan penduduk kota. "Aku belum puas Arthur. Ini belum selesai. Ini baru akan di mulai." Tegasku sambil memperbaiki syel di leherku.
All Rights Reserved
#24
dermaga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tetangga berisik
  • Rara Rama Dan Sebuah Pengunungan
  • Kamu Milikku
  • The Fate Of My Life (END)
  • FAMILY? [END]
  • Kala Senja Menyapa || FreenBecky
  • Arkan & Bandung
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno

Kisah ini bercerita tentang cinta yang sederhana namun dalam-cinta yang tak selalu diungkapkan dengan kata-kata besar, tapi dengan hadirnya seseorang yang tak pergi, bahkan saat segalanya runtuh. Mereka tau, waktu terus berjalan. Dunia akan berakhir, bintang pun akan padam. Tapi selama mereka masih bisa tertawa bersama, berdansa dalam kehangatan, dan saling memeluk luka, maka kebersamaan itu cukup untuk dikenang. -fiksi! hanya karangan semata. -jangan dibawa ke rl ya! -mengandung kata kata kasar. -last but not least, abaikan typo.

More details
WpActionLinkContent Guidelines