My Ex-wife

My Ex-wife

  • WpView
    Reads 326,853
  • WpVote
    Votes 21,432
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 1, 2021
Huang renjun tak pernah menyangka jika kehidupan rumah tangganya akan hancur oleh penghianatan yg dilakukan oleh orang_orang yang begitu ia cinta. Suami dan seorang teman yg sudah ia anggap saudara. Fakta yg tak pernah ia ketahui sebelumnya, jika ternyata dahulu keduanya adalah sepasang kekasih yg harus merelakan cinta mereka hanya karna perbedaan kasta. Hingga akhirnya ia pun menyerah akan cintanya, merelakan suaminya bersama dengan masa lalunya dan pergi meninggalkan seoul juga semua kenangan pahitnya. Namun siapa sangka saat ia harus kembali ke seoul, takdir seolah mempermainkanya. Mereka dipertemukan kembali, dan semua kisah barupun dimulai. .... "hyung, Kau tau bagaimana bahagia nya hatiku sekarang. Akhirnya setelah sekian lama tuhan memberikanku kesempatan betemu denganmu, memberikanku kesempatan untuk bisa meminta maaf padamu" ucap jaemin pelan, setelah beberaapa saat keduanya hanya duduk terdiam ditaman rumah sakit ini. " aku tau apa yg kulakukan memang tak pantas untuk dimaafkan, dosaku padamu teramat banyak dan sangatlah ketetlaluan. Namun aku takan bisa pergi dengan tenang tanpa menerima maaf darimu." Lanjutnya lagi, yg kini ia genggamnya tangan renjun erat. Mengisyaratkan betapa bersungguh2 nya ia mengatakan semuanya. " aku memang sangat membencimu nana, aku terluka atas semua yg kau lakukan. Namun aku sadar semua bukan hanya kesalahanmu.." lirih renjun, yg sejenak menarik nafasnya. Dan kembali melanjutkan kata2 nya. " aku sudah memaafkanmu. Kau harus sembuh nana, aku yakin kau bisa tetap kuat " lanjutnya yg kini mencoba menahan air matanya, perasaanya kembali kacau saat ini. Seperti yg dikatakanya ia membencinya, namun bukan seperti ini. Na jaemin sekalipun ia jahat padanya namun dahulu ia adalah teman yg begitu ia sayangi.
All Rights Reserved
#89
noren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • True Beauty | NoRen GS ✔️
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • ME LAST  ( On Going )
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • URINEUN MWOYA~
  • Another Life
  • Hi, Bye Mama [✔️]

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines