Merakit Mimpi di Nyhavn

Merakit Mimpi di Nyhavn

  • WpView
    Reads 133
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 11, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Mengapa harus pulang ke Indonesia ? Sebuah pertanyaan ini terlintas di benak pikiran Fani, Rahid, Reza, Juan, dan Dio, lima mahasiswa Indonesia yang mengejar S-2 di negeri Nyhavn Denmark. Dalam perjalanan mencari jawaban dari pertanyaan yang berada dalam benak mereka, mereka menjalani susah senangnya menjadi mahasiswa rantau di Eropa. Mulai dari kurang tenaga karena setiap hari mesti menggenjot sepeda berkilo-kilo meter bolak-balik ke kampus, menurun kapasitas tidur karena bergadang demi skripsi, sampai minimnya duit hingga terpaksa mencari pekerjaan sampingan. Kesamaan nasib menjalin mereka dalam sebuah ikatan persahabatan yang erat. Bersama, mereka berbagi pengalaman dan tip bertahan hidup dari lika-liku di negeri Denmark. Takdir menuntut mereka memiliki ketegaran dan keteguhan hati untuk melampaui rintangan, menggapai impian, serta melakukan hal yang paling sulit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUTH - Enchanted of Love (END)
  • ENIGATA
  • H2H in OSIS : Chaos Edition [✓]
  • Ku Kejar cintaku ke Roma
  • RAJUT RASA [TERBIT]
  • TANTE!!!
  • Don't Make It a Wrong Place
  • Our Class: ExSiFo

"Kenapa kamu harus pergi jauh ke Amerika hanya untuk ambil S2, dek?" Pertanyaan Daddy itu kujawab dengan asal, "Iyut pengen sekalian cari pengalaman hidup, Dad." Kalau mencari 'pengalaman hidup' itu kulakukan di Jakarta, sudah pasti semua keluarga tidak akan setuju. Jadi aku memilih berangkat ke Amerika. Sebenarnya aku terinspirasi dari pengalaman hidupnya Beryl Hasim, saudara iparku dan aku ingin mencoba untuk merasakan pengalaman itu. Menjadi CEO dari sebuah perusahaan IT ternama milik orangtuaku tidak selamanya menyenangkan. Hidupku bukan lagi milikku sendiri tapi menjadi milik 2000 orang yang menjadi pegawai perusahaanku. Belum lagi paparazzi, media dan semua wanita cantik yang mengincar hartaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines