My Mask
  • WpView
    Reads 494
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
DON'T COPY MY STORY OK?! Omae wa mo sindeiru ka!? ∆*-----------------------------*∆ Ini kisah tentangku dan ke empat sahabatku. Jika kalian ingin tahu bacalah jika tidak, tak apa. Kukira selama ini yang hanya memasang topeng hanyalah diriku sendiri. Ternyata mereka pun sama. Masing-masing dari kami memiliki topeng sendiri. "Kalian hebat, ya! Topeng kalian bener-bener gak bisa gue tembus selama ini," Mereka semua terdiam, larut dengan pemikiran masing-masing. **
All Rights Reserved
#23
claudia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • GASA [end]
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • All Nonsenses (COMPLETED)
  • 2190 Days of Silence
  • DELKA
  • Hidden Love
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • Don't Touch Me, Prince! [END] TELAH TERBIT
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines