Drama Magang Banget! (On Going)

Drama Magang Banget! (On Going)

  • WpView
    Reads 215
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 27, 2020
"Kenapa sih cinta harus dibumbuin sama rasa sakit? Kenapa gak bahagia aja terus?" _Bening Intan Pramono_ "Andai dia mengerti.." _Someone_ - Ini cerita gue waktu magang. Cerita yang ngasih gue beribu-ribu pengalaman. Beribu-ribu rasa, terutama rasa sakit. Sekaligus cerita pengorbanan yang gak yakin akan gimana akhir dari cerita ini. Tapi satu yang paling gue yakinin adalah ketika pengorbanan akan menempati tempat yang tepat. Entah di tempat sampah, atau di buku diary bertali emas.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • AMERTA : The Last Embrace
  • CINTA TERHALANG JARAK, USIA, DAN KEADAAN
  • perjalanan cinta rumit
  • Cool Beauty
  • Arsyilazka
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • Jejak Waktu [Complete]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines